Komandan IRGC Sebut AS dan Israel Gagal Total Taklukkan Iran
- Tasnim News
Siap – Komandan senior Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Brigadir Jenderal Hassan Hassanzadeh mengatakan, bahwa Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel telah gagal total dalam mencapai tujuan mereka terhadap Iran.
Menurutnya, kegagalan yang berulang kali terjadi membuat para petinggi AS maupun Israel tidak mampu memberikan jawaban kepada publik maupun kalangan elite mereka sendiri.
Disitat dari kantor berita Tasnim News, hal itu disampaikan Brigjen Hassanzadeh saat melakukan kunjungan ke batalion pertahanan udara IRGC pada Minggu, 9 Agustus 2026.
Komandan Divisi Muhammad Rasulullah (SAW) dari IRGC di Teheran itu mengatakan, "Amerika Serikat dan rezim Zionis telah gagal total dalam mencapai tujuan mereka terhadap Republik Islam."
Kemudian ia juga menyoroti bahwa kekuatan rakyat dan kesiapsiagaan menyeluruh dari Basij (pasukan sukarelawan) telah menjadikan Republik Islam sebagai salah satu kekuatan utama di kawasan dan dunia.
Lebih lanjut Brigjen Hassanzadeh menyatakan, bahwa para pemimpin AS dan rezim Zionis Israel kini tidak memiliki jawaban bagi opini publik, kalangan elite, maupun rakyat mereka sendiri atas kegagalan-kegagalan yang terus-menerus mereka alami.
Jenderal AS Putar Otak Keluar dari Zona Perang
Elit militer Amerika Serikat dilaporkan tengah berupaya keras untuk keluar dari zona perang Iran. Mereka disebut sedang putar otak untuk mencari solusi atas persoalan ini.
Disitat dari kanal YouTube Kompas, Ketua Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Dan Caine dikabarkan tengah mendorong pemerintahan Donald Trump untuk mencari jalan keluar dari konflik Iran yang terus berlarut.
Berdasarkan laporan media CNN pada Sabtu, 8 Agustus 2026, Caine disebut telah menyampaikan dorongan tersebut kepada pejabat Gedung Putih selama beberapa pekan terakhir.
Upaya itu turut dilakukan melalui serangkaian pertemuan tertutup, dengan sejumlah pejabat tinggi di pemerintahan AS dalam beberapa pekan terakhir.
Laporan menyebut Caine bertemu dengan Wakil Presiden AS, JD Vance, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, dan Direktur CIA, John Ratcliffe.
Tujuan dari pertemuan itu sendiri ialah menyelaraskan pandangan para pejabat pemerintahan sekaligus menunjukkan kepada Trump berbagai kemungkinan risiko apabila eskalasi terus berlanjut.