Bocoran Rapat Tertutup, Iran Instruksikan Sekutunya Bersiap Perang Besar
- Istimewa
Siap – Republik Islam Iran telah mengeluarkan instruksi pada kelompok sekutunya untuk bersiap menghadapi perang skala besar di Timur Tengah.
Adapun instruksi ini diarahkan Teheran pada kelompok sekutunya dalam jaringan Axis of Resistance (Poros Perlawanan), seperti Hezbollah di Lebanon hingga Houthi.
Arahan ini muncul di tengah ketegangan yang memuncak menyusul runtuhnya kesepakatan gencatan senjata dengan Amerika Serikat (AS), serta ancaman serangan militer yang lebih besar dari pemerintahan Presiden Donald Trump.
Perintah agar sekutu bersiap perang disampaikan dalam pertemuan para pemimpin Axis of Resistance di Teheran, yang digelar di sela-sela prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam, Ali Khamenei beberapa waktu lalu.
Pemimpin baru Iran, Mojtaba Khamenei menegaskan, bahwa masa tunggu telah berakhir.
Potret ilustrasi
- Istimewa
Kelompok sekutu Teheran mengkonfirmasi, bahwa jika perang terbuka pecah, keterlibatan penuh seluruh kekuatan perlawanan regional di Lebanon, Irak, Yaman, dan Suriah adalah hal yang pasti.
Teheran menegaskan akan melindungi dan menggunakan kendali atas Selat Hormuz sebagai senjata nomor satu mereka.
Langkah koersif ini dirancang untuk memukul ekonomi AS dan negara-negara sekutunya lewat krisis energi global.
Operasi Nasr Berlanjut
Iran terus melancarkan serangan balasan dengan target markas militer Amerika Serikat di kawasan Teluk.
Disitat dari kantor berita Tasnim News, Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC melaporkan telah menghancurkan pusat komunikasi militer AS di Kuwait.
Tak hanya itu, pasukan elit Iran tersebut juga menyerang beberapa fasilitas militer dan intelijen Amerika di Kuwait dan Bahrain sebagai balasan atas agresi AS terhadap Republik Islam, semalam.
"IRGC mengumumkan dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu bahwa Angkatan Lautnya telah melakukan serangan selama gelombang ke-19 Operasi Nasr-2 (kemenangan), sambil terus mempertahankan kendalinya atas Selat Hormuz," bunyi keterangan yang dikutip pada Sabtu, 18 Juli 2026.
Kota rudal bawah tanah Iran hadapi AS
- Istimewa
Menurut pernyataan tersebut, Operasi Nasr 2 menargetkan dermaga pendukung bahan bakar armada AS di Pelabuhan Mina Al Ahmadi Kuwait.
Kemudian sebuah area di Sheikh Isa Bahrain yang digunakan untuk merakit pesawat militer AS, dan pusat data intelijen di Bahrain yang diidentifikasi sebagai "Batelco."