Operasi Kemenangan Iran Berlanjut, Markas AS di 2 Negara Ini Jadi Sasaran Rudal Teheran
- Tasnim News
Siap – Iran terus melancarkan serangan balasan dengan target markas militer Amerika Serikat di kawasan Teluk.
Disitat dari kantor berita Tasnim News, Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC melaporkan telah menghancurkan pusat komunikasi militer AS di Kuwait.
Tak hanya itu, pasukan elit Iran tersebut juga menyerang beberapa fasilitas militer dan intelijen Amerika di Kuwait dan Bahrain sebagai balasan atas agresi AS terhadap Republik Islam, semalam.
"IRGC mengumumkan dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu bahwa Angkatan Lautnya telah melakukan serangan selama gelombang ke-19 Operasi Nasr-2 (kemenangan), sambil terus mempertahankan kendalinya atas Selat Hormuz," bunyi keterangan yang dikutip pada Sabtu, 18 Juli 2026.
Menurut pernyataan tersebut, Operasi Nasr 2 menargetkan dermaga pendukung bahan bakar armada AS di Pelabuhan Mina Al Ahmadi Kuwait.
Kemudian sebuah area di Sheikh Isa Bahrain yang digunakan untuk merakit pesawat militer AS, dan pusat data intelijen di Bahrain yang diidentifikasi sebagai "Batelco."
Kota rudal bawah tanah Iran hadapi AS
- Istimewa
IRGC juga mengatakan pasukan angkatan lautnya telah menghancurkan pusat sinyal dan komunikasi AS di Kuwait.
IRGC juga memuji rakyat Iran atas dukungan dan ketahanan mereka yang berkelanjutan, dengan mengatakan tindakan Angkatan Laut telah mengubah medan perang menjadi demonstrasi lain dari kelemahan musuh.
400 Tentara Amerika Terluka
Sebanyak 400 lebih tentara Amerika Serikat dilaporkan terluka akibat serangan balasan Republik Islam.
Selain itu, serangan Teheran juga telah menewaskan 13 prajurit AS.
Komando Pusat AS atau (CENTCOM) mengonfirmasi, bahwa sebagian besar prajurit mengalami luka ringan dan sekitar 90 persen di antaranya telah pulih untuk kembali bertugas.
CENTCOM mencatat hampir 400 tentara AS cedera selama rangkaian Operasi Epic Fury.
Mayoritas korban luka telah kembali ke pos masing-masing, sementara beberapa personel yang menderita luka berat masih menjalani perawatan medis intensif.
Kombinasi rudal balistik Iran siaga hadapi AS
- Istimewa
Sementara itu, media dan militer Iran sempat mengeklaim angka korban yang jauh lebih tinggi, yakni menembus 500 hingga 560 tentara AS tewas atau terluka dalam serangan balasan mereka.
Namun, angka fantastis tersebut tidak dikonfirmasi oleh pihak Washington.
Sebagaimana diketahui, konflik AS dan Republik Islam kembali memanas setelah Washington melancarkan gelombang serangan udara besar-besaran ke wilayah pedalaman Republik Islam.