Ngamuk, Pangkalan Logistik AS Luluh Lantak, Ini Peringatan Keras IRGC ke Negara Penampung Militer Amerika!

Potret ilustrasi
Sumber :
  • Istimewa

Siap –Situasi di Timur Tengah kian memanas setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) meluncurkan serangan masif menggunakan drone dan rudal.

img_title Intip Persiapan Iran untuk Hadapi Perang Besar Amerika Serikat

Serangan ini menargetkan sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat (AS) yang berada di Kuwait dan Bahrain.

​Menyusul aksi tersebut, IRGC secara terbuka memperingatkan negara-negara yang menampung pasukan militer Amerika Serikat untuk bersiap menghadapi “respons yang setara”.

img_title Skenario Horor Iran Jadi Jebakan Mematikan Bagi AS! Trump Kelimpungan, Maju Kena Mundur Kena?

Peringatan keras ini memicu kepanikan massal di wilayah Teluk, ditandai dengan sirene serangan udara yang terus meraung-raung di Kuwait dan Bahrain.

Pangkalan Logistik AS Luluh Lantak ​

img_title Tak Sudi Diatur AS dan NATO, Iran: Kami Akan Terus Menempuh Jalur Nuklir

Berdasarkan laporan dari kantor berita Iran, Tasnim, wilayah negara-negara Teluk tersebut dituduh telah digunakan sebagai landasan peluncuran agresi terhadap Iran.

Sebagai bentuk balasan, Pasukan Darat IRGC langsung mengerahkan armada drone dan rudal canggih mereka.

​Target utama serangan ini adalah pusat logistik militer AS di Camp Arifjan, Kuwait. Pihak Iran bahkan mengklaim operasi tersebut telah menyebabkan korban jiwa di antara personel di sana. ​

Tidak berhenti di situ, IRGC menyatakan telah menyerang Pangkalan Udara Ali Al Salem AS di Kuwait dan mengklaim telah melumpuhkan sistem radarnya.

Serangan udara bertubi-tubi ini dilaporkan mengenai dan menghancurkan hanggar pemeliharaan senjata dan fasilitas drone di lokasi strategis tersebut.

Tidak berhenti di situ, IRGC menyatakan telah menyerang Pangkalan Udara Ali Al Salem AS di Kuwait dan mengklaim telah melumpuhkan sistem radarnya.

Serangan udara bertubi-tubi ini dilaporkan mengenai dan menghancurkan hanggar pemeliharaan senjata dan fasilitas drone di lokasi strategis tersebut. ​

Kondisi Mencekam di Kuwait dan Bahrain ​Situasi di lapangan dilaporkan sangat mencekam.

Seorang koresponden Al Jazeera di Kuwait mengatakan sirene udara berbunyi untuk keempat kalinya karena upaya untuk mencegat rudal yang datang terus berlanjut.

Menanggapi situasi darurat ini, Militer Kuwait mengatakan mereka kembali menanggapi serangan rudal dan drone Iran, dan mendesak masyarakat untuk “mematuhi instruksi keselamatan dan keamanan dari pihak berwenang”.

Mereka juga memastikan bahwa ledakan apa pun yang terdengar adalah suara pertahanan udara yang menanggapi serangan musuh. ​

Halaman Selanjutnya
img_title