Peringatan Keras Ketua Parlemen Iran: Perang akan Datang!

Iran waspadai perang baru di kawasan
Sumber :
  • Siap.viva/Iran Observer

Beberapa media Republik Islam, termasuk kantor berita Tasnim dan ISNA, melaporkan bahwa berbagai unit militer telah menjalani evaluasi menyeluruh setelah perang yang berlangsung selama lebih dari satu bulan.

img_title Iran Terancam Diserang Lagi, AS Dikabarkan Menyiapkan Operasi Intensif

Evaluasi tersebut mencakup sistem pertahanan udara, kemampuan rudal, kesiapan drone tempur, hingga perlindungan terhadap fasilitas strategis nasional.

Pejabat militer Republik Islam mengklaim bahwa sejumlah pelajaran penting diperoleh selama konflik berlangsung.

img_title Iran Siap Perang, Calon Pengganti Netanyahu Ternyata Pencetus Doktrin Dahiya, Apa Itu?

Karena itu, mereka berupaya memperbaiki kelemahan yang ditemukan sekaligus meningkatkan kesiapan menghadapi kemungkinan serangan baru.

Dalam beberapa bulan terakhir, Republik Islam juga diketahui menggelar serangkaian latihan militer di berbagai wilayah negara tersebut.

img_title Warga Israel Rayakan Kekalahan Netanyahu Versi Hitung Cepat Pemilu, Begini Respon Iran

Menurut laporan media pemerintah Iran, latihan itu melibatkan unsur angkatan darat, angkatan laut, pertahanan udara, dan pasukan IRGC.

Latihan tersebut disebut bertujuan meningkatkan koordinasi antarsatuan dan menguji berbagai sistem persenjataan terbaru.

Selain itu, Republik Islam terus mengembangkan industri pertahanan domestiknya.

Laporan Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) dan International Institute for Strategic Studies (IISS) menunjukkan bahwa Iran dalam beberapa tahun terakhir berinvestasi besar pada pengembangan rudal balistik, drone tempur, sistem radar, serta teknologi peperangan elektronik.

Kemampuan inilah yang menjadi tulang punggung strategi pertahanan Republik Islam menghadapi negara-negara yang memiliki keunggulan udara dan teknologi militer lebih modern.

Beberapa pejabat Iran bahkan mengklaim masih terdapat sejumlah kemampuan strategis yang belum pernah digunakan selama konflik sebelumnya.

Meski klaim tersebut sulit diverifikasi secara independen, pernyataan serupa terus diulang oleh berbagai tokoh militer dan politik Republik Islam.

Salah satunya datang dari mantan Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu yang baru-baru ini mengatakan bahwa Republik Islam masih memiliki persediaan rudal canggih yang belum digunakan.

Komentar Shoigu memperkuat persepsi bahwa Teheran masih menyimpan kapasitas militer sebagai bagian dari strategi pencegahan terhadap kemungkinan agresi baru.

Ancaman Konflik Muncul di Tengah Kebuntuan Diplomasi

Peringatan dari Ghalibaf datang pada saat proses diplomasi antara Republik Islam dan Amerika Serikat belum menunjukkan kemajuan signifikan.

Menurut laporan Reuters dan AFP, kedua negara masih berbeda pendapat mengenai sejumlah isu utama yang menjadi sumber konflik.

Halaman Selanjutnya
img_title