Peringatan Keras Ketua Parlemen Iran: Perang akan Datang!
- Siap.viva/Iran Observer
Dewan Keamanan PBB, Uni Eropa, Rusia, China, dan sejumlah negara lain berulang kali menyerukan penyelesaian melalui dialog.
Mereka menilai eskalasi militer hanya akan memperbesar risiko krisis kemanusiaan dan ketidakstabilan ekonomi global.
Meski demikian, berbagai pernyataan dari para pemimpin politik dan militer menunjukkan bahwa rasa saling curiga masih sangat tinggi.
Baik Republik Islam maupun Amerika Serikat tampak tetap mempertahankan kesiapan menghadapi skenario terburuk.
Dalam konteks itulah peringatan Bagher Ghalibaf memperoleh perhatian luas.
Bagi pemerintah Republik Islam, menjaga kesiapan militer dianggap penting untuk mencegah lawan mengambil langkah yang dianggap dapat mengancam keamanan nasional.
Sementara bagi negara-negara Barat, peningkatan aktivitas militer Iran terus menjadi sumber kekhawatiran tersendiri.
Hingga kini belum ada kepastian apakah ketegangan yang meningkat akan berujung pada kesepakatan diplomatik atau justru memicu babak baru konflik.
Namun satu hal yang jelas, pernyataan terbaru Ghalibaf menunjukkan bahwa para pemimpin Republik Islam belum melihat situasi saat ini sebagai masa damai yang sepenuhnya aman.
Sebaliknya, mereka menilai ancaman perang masih nyata dan dapat muncul kembali kapan saja apabila proses diplomasi gagal meredakan perselisihan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun antara Republik Islam dan Amerika Serikat.