Trump Ngancam Lagi, Iran: Kembalinya Perang akan Menghadirkan Lebih Banyak Kejutan?

Potret Ilustrasi
Sumber :
  • Istimewa/ tangkapan layar YouTube

Siap –Ditengah ancaman dan sesumbarnya Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Perang Iran, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengklaim bahwa Teheran belum mengerahkan seluruh kemampuan militernya selama perang melawan AS dan Israel yang berlangsung hampir 40 hari.

img_title Korsel Terjepit di Tengah Konflik Iran-AS, Ada Tekanan dari Trump dan Ancaman Teheran

Pernyataan itu disampaikan ketika proses negosiasi damai masih berlangsung di bawah gencatan senjata yang rapuh.

Pada saat yang sama, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump kembali membuka kemungkinan melancarkan serangan militer baru jika kesepakatan dengan Teheran gagal tercapai dalam beberapa hari ke depan.

img_title Diplomasi Iran-AS Kembali Mengemuka, Nasib Selat Hormuz Ikut Dipertaruhkan

Dalam pernyataan resmi yang dikutip AFP dan dipublikasikan melalui Sepah News, IRGC menegaskan bahwa kemampuan utama Republik Islam masih belum digunakan sepenuhnya di medan perang.

"Musuh Amerika-Zionis harus tahu bahwa meskipun serangan dilakukan terhadap kita menggunakan kemampuan penuh dari dua tentara termahal di dunia, kita belum mengerahkan kekuatan penuh revolusi Islam," kata IRGC.

img_title Terjebak Perang Iran: Korsel Pusing Ditekan Trump tapi Nggak Sanggup Hadapi Teheran

Rudal Iran siap hadapi Amerika dan sekutunya

Photo :
  • IRNA

Pernyataan tersebut menjadi salah satu sinyal paling tegas dari militer Republik Islam sejak berakhirnya fase utama konflik.

Teheran ingin menunjukkan bahwa mereka masih memiliki kapasitas pertahanan dan serangan yang belum diperlihatkan selama perang berlangsung.

IRGC juga memperingatkan bahwa apabila serangan terhadap Republik Islam kembali dilakukan, respons berikutnya akan jauh lebih besar dibanding sebelumnya.

Menurut pernyataan yang dikutip sejumlah media internasional, termasuk AFP dan IranWire, serangan balasan Republik Islam tidak hanya akan meningkat dari sisi skala, tetapi juga dari metode dan wilayah operasi yang digunakan.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri, Abbas Araghchi, memperingatkan bahwa konflik berikutnya akan menghadirkan situasi yang tidak terduga bagi lawan-lawan Iran.

Dalam unggahannya di platform X, Araghchi menulis bahwa "kembalinya perang akan menghadirkan lebih banyak kejutan".

Pernyataan itu memperkuat pesan yang sebelumnya disampaikan IRGC bahwa Republik Islam telah memanfaatkan masa gencatan senjata untuk melakukan evaluasi, konsolidasi, dan peningkatan kesiapan tempur.

Menurut sejumlah laporan media Republik Islam seperti Tasnim News dan ISNA yang dikutip berbagai media internasional, militer Iran terus memperkuat kesiapan unit rudal, drone, pertahanan udara, serta jaringan komando strategis yang tersebar di berbagai wilayah negara tersebut.

Halaman Selanjutnya
img_title