Peringatan Keras Ketua Parlemen Iran: Perang akan Datang!

Iran waspadai perang baru di kawasan
Sumber :
  • Siap.viva/Iran Observer

Siap – Ketua Parlemen Iran Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa kemungkinan pecahnya kembali perang di Timur Tengah masih sangat besar meskipun gencatan senjata antara Republik Islam dan Amerika Serikat masih berlaku hingga saat ini.

img_title Perundingan Buntu, Iran Keluarkan Ancaman Baru yang Bisa Membuat AS Waspada

Dalam pernyataan terbarunya, Ghalibaf menilai berbagai perkembangan politik dan militer yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan adanya indikasi bahwa pihak lawan sedang mempersiapkan fase konflik berikutnya.

Pernyataan tersebut muncul ketika hubungan antara Teheran, Washington, dan Tel Aviv kembali memanas akibat mandeknya proses negosiasi pascaperang serta meningkatnya retorika ancaman dari kedua belah pihak.

img_title Iran dan AS Saling Unjuk Kekuatan, Senjata Misterius Teheran Jadi Sorotan

Menurut Ghalibaf, pemerintah dan masyarakat Republik Islam tidak boleh lengah menghadapi situasi yang masih sangat tidak menentu.

"Semua tindakan terselubung dan terbuka saat ini menunjukkan bahwa musuh berniat untuk memulai kembali perang. Rakyat dapat tetap yakin bahwa Angkatan Bersenjata Republik Islam telah menggunakan gencatan senjata untuk membangun kembali kemampuan mereka," kata Ghalibaf seperti dikutip Iran Observer, Kamis, 21 Mei 2026.

img_title Iran Ancam Potong Kabel Laut, Internet Amerika di Ujung Tanduk: Lanjut Perang atau Nyerah?

Pernyataan tersebut segera menjadi perhatian media internasional karena disampaikan di tengah meningkatnya spekulasi mengenai kemungkinan serangan baru Amerika Serikat terhadap Republik Islam apabila proses diplomasi kembali mengalami kebuntuan.

Sejumlah analis menilai ucapan Ghalibaf mencerminkan pandangan yang berkembang di kalangan elite politik Iran bahwa periode tenang saat ini hanya bersifat sementara dan belum menjamin berakhirnya ancaman konflik.

Apalagi dalam beberapa hari terakhir, Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengeluarkan sejumlah pernyataan keras terkait Republik Islam.

Menurut laporan AFP, Reuters, dan Al Jazeera, Trump menegaskan bahwa Washington masih memiliki berbagai opsi untuk menekan Teheran apabila kesepakatan damai gagal dicapai dalam waktu dekat.

Pernyataan tersebut memicu respons beruntun dari pejabat senior Republik Islam, termasuk Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Kementerian Luar Negeri Iran, dan pimpinan parlemen negara tersebut.

Teheran Sebut Masa Gencatan Senjata Dimanfaatkan untuk Memperkuat Militer

Pernyataan Ghalibaf juga memperkuat klaim yang sebelumnya disampaikan oleh sejumlah pejabat militer Republik Islam mengenai kesiapan angkatan bersenjata negara tersebut.

Menurut mereka, masa gencatan senjata tidak digunakan untuk mengurangi kesiagaan, melainkan untuk melakukan konsolidasi kekuatan dan mempercepat proses pemulihan kemampuan tempur.

Halaman Selanjutnya
img_title