Iran Ancam Tenggelamkan Kapal kapal AS di Selat Hormuz, Pengamat: Ini Bakal Jadi Perang Laut Paling Mematikan?

Potret Ilustrasi
Sumber :
  • Istimewa

Siap –Ketegangan di Selat Hormuz mencapai titik didih, setelah Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengeluarkan ancaman keras, menenggelamkan semua kapal perang Amerika Serikat (AS).

img_title Tantang Amerika Lanjut Perang, Iran Mulai Bidik Eropa: Aset NATO Bisa Kena Hajar Rudal Teheran?

Dikutip dari BBC, ancaman ini merupakan respons langsung terhadap blokade laut yang dimulai oleh militer AS atas perintah Presiden Amerika Donald Trump sejak 13 April 2026.

Penasihat militer pemimpin tertinggi, Mojtaba Khamenei, menyatakan bahwa seluruh kapal Angkatan Laut AS berada dalam jangkauan peluncur rudal Iran.

img_title Dunia Tahan Nafas! Iran Siapkan Rudal Generasi Terbaru, AS Kirim Gugus Tempur USS George Washington, Perang Besar?

Terkait hal itu, IRGC secara spesifik memberikan peringatan terakhir kepada kapal perusak USS Michael Murphy dan USS Frank E. Petersen Jr. untuk segera meninggalkan wilayah tersebut.

Analis Kajian Stratejik Intelijen UI, Ridlwan Habib menyebut, jika ancaman tersebut benar, maka itu adalah tindakan yang sangat berani.

img_title Iran Singgung Utang AS yang Membengkak hingga Rp 711 Kuadriliun

"Karena angkatan laut Iran kita tahu armadanya kecil-kecil. Dia hanya punya kapal cepat dengan kecepatan 80 not 130 km/h dengan awak kapal hanya 4 orang," katanya dikutip dari kanal YouTube tvOne.

Meski demikian, jumlahnya cukup banyak, ada sekitar 50 sampai 100 unit. 

Mereka bahkan siap melawan kapal-kapal destroyer yang kira-kira panjangnya sekitar 155 meter dengan bobot 9.000 ton.

"Kalau ancaman ini benar-benar dilakukan maka akan menjadi pertarungan laut yang sangat-sangat mematikan," tuturnya.

Ridlwan meyakini, strategi AS memblokade laut lepas setelah Selat Hormuz hanya akan merugikan mereka sendiri.

"Tentu, kalau misalnya nanti akan terjadi war in the sea, maka logikanya adalah kapal-kapal destroyer Amerika ini akan menghadapi kapal-kapal cepat Iran dengan kapasitas yang sangat-sangat efektif." "Kapalnya cuma kecil sekitar 14 meter.

Iran jaga Selat Hormuz sepenuhnya dari Amerika

Photo :
  • Istimewa

Kemudian dia mempunyai kemampuan untuk ditabrakkan atau kamikaze. Sedangkan destroyer Amerika Serikat itu rata-rata awaknya adalah 300 sampai 330 orang di atas kapal."

"Jadi kalau itu kemudian terjadi pertarungan di atas kapal di Samudra, maka itu akan menimbulkan korban jiwa di sisi Amerika lebih banyak," jelasnya.

Sebagai informasi, Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) mengklaim, blokade tersebut bertujuan untuk memaksa Teheran membuka kembali Selat Hormuz bagi lalu lintas global dan menghentikan penebaran ranjau laut oleh IRGC.

Halaman Selanjutnya
img_title