Viral, Tentara AS Kelaparan di Perang Iran, Mental Anjlok Gegara Pasokan Terkatung katung
- Istimewa
Siap –Ditengah lantangnya suara Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas kekuatan militernya saat menghadapi Iran, ternyata pasukan di Medan perang dilanda krisis makanan hingga banyak yang kena mental.
Kabarnya, paket berisi makanan ringan perlengkapan kebersihan hingga kaus kaki yang dikirim oleh keluarga untuk para tentara Amerika di Timur Tengah kini Terkatung katung.
Hal tersebut terjadi lantaran layanan pos militer dihentikan sementara akibat perang Iran sehingga kiriman tak kunjung tiba.
Penangguhan itu terjadi sejak awal April setelah konflik AS - Israel dan Iran sehingga memicu penutupan wilayah udara.
Alhasil, pengiriman paket untuk para tentara AS dihentikan tanpa batas waktu.
Salah satu keluarga prajurit AS yang bertugas di USS Tripoli mengaku terkejut melihat foto makanan taknlayak yang viral untuk marinir.
Dalam gambar itu, nampak porsi makan siang yang minim, hanya sedikit daging dan satu tortilla.
"Kami punya militer terkuat di dunia. Seharusnya tidak kekurangan makanan atau kesulitan menerima kiriman,” ujar ayah seorang marinir AS, Dan F seperti dilansir dari USA Today.
Keluhan serupa datang dari keluarga prajurit lain di kapal induk USS Abraham Lincoln.
Mereka melaporkan kualitas makanan buruk dan porsi yang tidak mencukupi, bahkan tanpa sayuran segar.
Namun pihak militer membantah adanya krisis logistik.
Menteri Perang AS Pete Hegseth, menyatakan setiap kapal memiliki persediaan makanan lebih dari 30 hari.
“Para pelaut kami layak mendapatkan yang terbaik dan mereka menerimanya,” tulis Hegseth di akun X miliknya.
Di sisi lain, fakta di lapangan menunjukkan cerita berbeda.
Seorang marinir di USS Tripoli mengungkapkan dalam pesan kepada keluarganya bahwa makanan dibagi rata dan persediaan diperkirakan akan menipis.
“Moral akan berada di titik terendah,” ujar marinir AS itu.
Keluarga dan komunitas di AS pun berupaya membantu dengan mengirim paket berisi makanan ringan, vitamin, hingga perlengkapan kebersihan.
Namun sebagian besar kiriman itu kini tertahan di fasilitas pos atau bahkan masih berada di rumah pengirim.
Seorang ibu di Texas mengaku telah menghabiskan lebih dari 2.000 dolar AS untuk mengirim paket kepada anaknya, namun belum satu pun tiba.