Tantang Amerika Lanjut Perang, Iran Mulai Bidik Eropa: Aset NATO Bisa Kena Hajar Rudal Teheran?
- Istimewa
Siap – Republik Islam Iran dilaporkan mulai menggeser target ancaman rudal ke wilayah Eropa, khususnya pada sejumlah aset AS yang berada di kawasan NATO.
Lantas seberapa kuat rudal Teheran menjebol sistem pertahanan NATO? Dan benarkah ancaman ini membuat sejumlah negara di kawasan tersebut siaga satu?
Dikutip dari kanal YouTube Kompas, selama ini perang dan ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat selalu berpusat di kawasan Timur Tengah.
Tapi berdasarkan laporan mendalam dari media militar Defense Security Asia, Iran dilaporkan mulai menghitung kemungkinan menyerang aset militer AS di Bulgaria hingga Siprus.
Di Bulgaria, perhatian Teheran tertuju pada Pangkalan Udara Bezmer, di mana Amerika Serikat menempatkan hingga 8 pesawat tanker KC-135 dan sekitar 250 personel militer untuk mendukung operasi tempur berkesinambungan di Timur Tengah.
Mengapa Iran putar arah jangkauannya hingga ke Eropa?
Menelisik Titik Lemas AS
Titik lemah AS bukan terletak pada pesawat tempurnya, melainkan pangkalan di Eropa.
Kekuatan militer Amerika bukan sekadar jet tempur canggih F15, F16, F35, pesawat pengebom strategis, kapal perang, atau rudal-rudal mematikan mereka.
Semua alutsista itu membutuhkan satu hal vital, yakni rantai pendukung logistik.
Kehadiran pesawat tanker KC-135 di Pangkalan Bezmer bertindak sebagai pengisi bahan bakar di udara. Tugasnya ialah memperpanjang jarak operasi.
Itu artinya memungkinkan pesawat tempur beroperasi jauh dari pangkalan depan yang rentan sekaligus memperbesar daya jangkau serangan Pentagon.
Secara sederhana, Iran tidak harus mematahkan pedang utama Amerika.
Teheran cukup mencoba mengganggu tangan yang mengayunkan pedang tersebut.
Lantas mengapa Pangkalan Bezmer bisa masuk dalam radar ancaman Iran?
Ilustrasi parade militer Republik Islam Iran
- Istimewa
Hubungan sebab akibatnya sangat jelas terlihat. Bulgaria menyediakan akses.
Kemudian AS mendapatkan titik pendukung logistik, sehingga kemampuan proyeksi militer Washington meningkat.
Akibatnya Iran memasukkan fasilitas itu dalam kalkulasi ancaman.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi bahkan sudah menyampaikan protes resmi dan mengecam persetujuan Bulgaria tersebut.
Namun ini bukan berarti Teheran sudah memutuskan untuk menyerang Pangkalan Udara Bezmer.
Laporan Financial Times sebagaimana dikutip Defence Security Asia, dua sumber internal yang dekat dengan kepemimpinan Iran mengungkap, hingga kini yang diketahui dari rencana itu baru sebatas pengkajian opsi dan sinyal diplomasi, bukan perintah serangan operasional yang final.