Gawat! Rudal Iran Sudah Bidik Kapal Perang AS, Hitungan Menit Bisa Bikin Hancur
- Istimewa
Siap – Ketegangan di Selat Hormuz mencapai titik didih.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengeluarkan ancaman paling keras sejak konflik memanas: semua kapal perang Amerika Serikat yang memasuki wilayah tersebut akan ditenggelamkan.
Ancaman ini merupakan respons langsung terhadap blokade laut yang diberlakukan militer AS atas perintah Presiden Donald Trump sejak 13 April 2026.
Iran menyatakan tidak akan memberi ampun.
Seorang penasihat militer pemimpin tertinggi Iran bahkan mengungkapkan bahwa peluncur rudal telah diarahkan ke kapal induk USS Abraham Lincoln.
Perang laut skala besar kini hanya terpaut hitungan menit.
Ancaman Tenggelamkan Semua Kapal Perang AS
Iran klaim hantam kapal induk AS, AS bantah keras.
- Kolase siap.viva
Dikutip dari berbagai sumber, ancaman ini disampaikan oleh Mohsen Rezaei, seorang pejabat senior yang juga penasihat militer Pemimpin IRGC Mojtaba Khamenei.
Dalam wawancara dengan televisi negara Iran pada Rabu, 15 April 2026, ia menegaskan bahwa seluruh Angkatan Laut AS berada dalam jangkauan peluncur rudal Iran.
"Kapal-kapal Anda akan ditenggelamkan oleh peluru berpandu pertama kami dan ini menciptakan bahaya besar bagi tentara AS. Kapal-kapal itu pasti bisa menjadi sasaran peluru berpandu kami dan kami bisa memusnahkannya," kata Rezaei, yang mengenakan seragam militernya, kepada penyiar negara.
"Pak Trump ingin menjadi polisi di Selat Hormuz. Apakah ini benar-benar tugas Anda? Apakah ini tugas bagi negara sekuat AS?" ujar Rezaei sambil mempertanyakan niat Washington.
Rezaei adalah tokoh bersejarah di Iran. Ia memimpin IRGC dari tahun 1981 hingga 1997.
Ucapannya tidak bisa dianggap sebagai retorika biasa. Ini adalah suara dari lingkaran dalam kekuasaan Iran.
Kapal Induk Abraham Lincoln Dalam Bidikan
Ilustrasi kapal induk Amerika bergerak mendekati Iran
- Istimewa
Pernyataan Rezaei semakin konkret ketika ia menyebut bahwa peluncur rudal Iran telah diarahkan ke kapal induk USS Abraham Lincoln.
"Peluncur tersebut kemungkinan besar telah dipindahkan oleh saudara-saudara kami dan sekarang diarahkan ke Abraham Lincoln dan semua kapal perang Amerika," tegas Rezaei.
Citra satelit yang dirilis pada Selasa (14/4/2026) mengonfirmasi bahwa USS Abraham Lincoln saat ini memang berada di dekat perairan Iran.
Kapal induk raksasa itu terpantau berada sekitar 200 kilometer di selatan Teluk Oman, tepat di luar pintu masuk Selat Hormuz.