Komisi Reformasi Polri Kumpulkan Puluhan Ribuan Masukan Publik, Jimly: Mandat Presiden Tidak Bisa Dinegosiasikan

Prof. Jimly Asshiddiqie (Tengah)
Sumber :
  • Istimewa

Siap –Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri, Prof. Jimly Asshiddiqie, menyatakan bahwa komisi tengah memasuki fase intensif pengumpulan masukan publik sebagai dasar penyusunan rekomendasi reformasi menyeluruh terhadap institusi Polri.

img_title Respon Putusan MKMK, Ketua TPN Ganjar-Mahfud Pede Jagoannya Menang Satu Putaran

“Komisi ini dibentuk karena reformasi Polri sudah berjalan, tetapi perlu dipacu. Presiden memberikan mandat langsung, dan mandat itu tidak bisa dinegosiasikan,” kata Jimly kepada wartawan usai menjadi Keynote Speaker pada FGD Reformasi Polri di GREAT Institute, Jakarta, Jumat (28/11/2025)

Jimly menjelaskan, komisi hanya memiliki waktu tiga bulan untuk merumuskan rekomendasi komprehensif kepada Presiden. Berikut penjelasannya:

img_title Jabatan Dicopot, Anwar Usman Bongkar Konflik Kepentingan Masa Lalu di MK

Tahap 1, penyerapan Aspirasi (Bulan Pertama) Komisi menghimpun masukan masyarakat, akademisi, ormas, lembaga riset, hingga internal Polri.

Hingga saat ini, puluhan ribuan masukan telah diterima melalui berbagai kanal resmi.

img_title Keras, Ini Kata Rocky Gerung Soal Putusan MKMK

Tahap 2, penyusunan Keputusan dan Rekomendasi (Bulan Kedua).

Sepuluh anggota komisi akan menyusun langkah kebijakan berbasis data dan kebutuhan reformasi.

“Semua keputusan harus menggunakan akal sehat dan hati nurani, bukan reaksi emosional,selain itu masing-masing anggota harus menuliskan pikirannya berdasarkan data, fakta dan saintifik dan berdebat keras dalam forum.” ujar Jimly.

Tahap 3, finalisasi (Bulan Ketiga). Komisi menyiapkan laporan final termasuk kemungkinan revisi aturan, penyempurnaan kode etik, dan usulan perubahan regulasi.

Terkait reformasi, lanjut Jimly di fokuskan ke 3 aspek: Aspek Struktural, oganisasi dan tata kewenangan.

Aspek Instrumental: penyempurnaan peraturan, SOP, kode etik, rule of law dan rule of ethics. Aspek Kultural: pembenahan mentalitas dan budaya kerja.

“Tiga sektor ini tidak boleh dipisahkan. Pendekatan budaya penting, tetapi hasilnya jangka panjang. Karena itu, pembenahan struktural dan aturan harus dilakukan sekarang,” tegasnya.

Independensi Dijaga, Masukan Internal Dianggap Penting

Meski lima anggota komisi berasal dari unsur internal Polri, termasuk Kapolri, Jimly memastikan komisi tetap independen.

“Kita harus mendengar apa yang terjadi dari dalam. Reformasi tidak bisa hanya dilihat dari luar,” katanya.

Komisi juga berkoordinasi langsung dengan Presiden untuk menjaga objektivitas.

Jimly menambahkan, terkait aspirasi Publik masih dibuka hingga 9 Desember.

Jimly kembali mengajak publik mengirimkan masukan, terutama yang bersifat solutif. Komisi Percepatan Reformasi Polri membutuhkan rekomendasi konkret.

Halaman Selanjutnya
img_title