Eks Napi Bantah Tudingan Bisnis Narkoba di Rutan Medan: Yang Ngomong Itu Tidak Pernah Lihat Kenyataan di Dalam

Desakan Copot Kepala Rutan Medan
Sumber :
  • Istimewa

Siap – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Badan Koordinasi Sumatra Utara menuntut Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia segera mencopot Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Medan.

img_title Jaringan Internasional Terendus di Depok, 5 Kg Sabu Gagal Beredar

Desakan ini muncul setelah merebaknya laporan terkait dugaan maraknya peredaran narkoba di dalam lingkungan rumah tahanan negara (rutan) tersebut.

Menurut HMI, kasus ini bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi mencerminkan bobroknya sistem pengawasan di lembaga pemasyarakatan.

img_title Polisi Temukan 995 Senjata Api Berikut Alat Pembuat Amunisi di Sekolah Jaksel, Isi Bunker Jadi Sorotan

Dugaan keterlibatan oknum di dalam rutan memperkuat sinyal lemahnya integritas aparat yang seharusnya menjaga keamanan dan membina narapidana.

“Kami menilai Kepala Rutan Kelas I Medan gagal menjalankan tanggung jawab moral dan institusional dalam menjaga integritas lembaga pemasyarakatan. Jika benar Rutan menjadi tempat peredaran narkoba, maka sudah sepatutnya pimpinan dicopot dari jabatannya,” tegas Ketua Bidang Eksternal HMI Sumatra Utara, Ahmad Fuadi Nasution, seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya, pada Sabtu, 11 Oktober 2025.

img_title Kesigapan Petugas Lapas Surabaya Lagi-lagi Bikin Penyelundup Narkoba Tak Berkutik, Begini Modusnya

Fuadi menilai, negara tak boleh membiarkan lembaga resmi justru menjadi pusat transaksi narkoba.

Ia menegaskan, pemberantasan narkoba tidak bisa berhenti di luar penjara, sementara di dalam lembaga pemasyarakatan justru terjadi praktik yang lebih parah.

“HMI mendesak agar Kemenkumham, BNN, dan aparat penegak hukum lainnya segera turun tangan melakukan investigasi menyeluruh,” lanjutnya.

Ia juga menegaskan bahwa langkah tegas harus diambil agar publik tidak kehilangan kepercayaan terhadap sistem hukum Indonesia.

Menurut HMI, pembiaran terhadap praktik ini bisa menimbulkan efek domino: mencoreng citra lembaga pemasyarakatan, merusak moral aparat, dan menghancurkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Fuadi menegaskan, tindakan tegas adalah satu-satunya jalan untuk memulihkan wibawa hukum.

“Kita tidak boleh menutup mata. Jika lembaga pembinaan sudah berubah menjadi tempat transaksi narkoba, ini adalah bentuk kegagalan serius negara. Kami meminta agar Kepala Rutan Kelas I Medan segera dicopot untuk menjaga wibawa hukum dan kepercayaan publik,” ujarnya lagi.

Sebagai organisasi kader umat dan bangsa, HMI Sumatra Utara menegaskan komitmennya untuk terus mengawal penegakan hukum.

Mereka berjanji akan memantau perkembangan kasus ini agar tidak berhenti di wacana publik semata.

Halaman Selanjutnya
img_title