Dedi Mulyadi Blak-blakan Siap Jika Tunjangannya Dihapus: Tapi yang Rugi Rakyat
- Istimewa
Siap – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi akhirnya angkat bicara soal besarnya tunjangan yang ia dapat sebagai kepala daerah.
Data yang dihimpun menyebutkan, bahwa penghasilan Gubernur Jawa Barat atau tunjangannya mencapai Rp33 miliar.
Merespon hal itu, Dedi Mulyadi kemudian memberi klarifikasi melalui akun media sosial pribadinya.
"Saya tegaskan ya, bahwa saya sejak awal terbuka menyampaikan fakta. Satu, gaji gubernur dan tunjangannya itu sebesar Rp8,1 juta dalam setiap bulan," katanya.
Kemudian, Dedi Mulyadi tak menampik bahwa dia mendapat fasilitas baju dinas. Tapi ia mengklaim tidak mengambilnya.
"Saya tidak mengambilnya dan mencoret anggaran tersebut. Jadi baju dinas Gubernur Jawa Barat itu tidak ada. Bajunya beli sendiri, karena saya bukan yatim piatu," tegasnya.
Hal senada juga ia terpakan ketika mendapat fasilitas mobil dinas.
"Saya tidak mengambilnya."
Lalu berikutnya, Gubernur Jabar tersebut menjawab soal besarnya biaya perjalanan dinas.
Dedi Mulyadi lantas membandingkan dengan pendahulunya.
"Sebelum saya menjabat, gubernur yang terdahulu anggaran dinasnya per tahun Rp1,5 miliar. Kemudian setelah saya menjabat, saya turunkan menjadi Rp750 juta," jelasnya.
Dan sekarang, lanjut Dedi, pada perubahan APBD tahun 2025, anggaran perjalanan dinasnya diturunkan lagi Rp100 juta.
"Jadi dalam setahun saya menggunakan anggaran perjalanan dinas itu Rp100 juta dan sekarang baru habis Rp74 juta," jelas dia.
"Jadi sisanya mungkin untuk bulan September, Oktober, November, dan Desember," sambung dia.
Dedi juga membeberkan, bahwa yang disebut dengan biaya operasional sesuai peraturan pemerintah besarannya adalah 0,15 persen dari realisasi Pendapatan Asli Daerah atau PAD. Nah, realisasi itu sekira Rp28 miliar.
"Dari Rp28 miliar itu dibagi dua, gubernur dan wakil gubernur. Gubernur 75 persen, wakil gubernur 25 persen."
Itu artinya, Dedi Mulyadi mendapatkan tunjangan operasional sebesar Rp21.600.000.000 per tahun.
"Dan kemudian anggaran itu digunakan untuk apa? Anggaran itu saya gunakan semuanya untuk belanja kepentingan rakyat," katanya.
Ia lantas menjabarkan, aliran dana tersebut misalnya digunakan untuk membantu biaya warga yang masuk rumah sakit.
"Ada orang sakit tidak punya biaya operasional selama keluarganya sakit di rumah sakit. Biaya angkutannya saya bayarin. Ada sekolah-sekolah yang perlu tambahan untuk ngecat saya beri. Kemudian ada orang yang rumahnya roboh, saya kasih," bebernya.