Ratusan Sopir Geruduk Kantor Gubernur Kalbar, Minta Mobil Pelangsir di SPBU Ditindak

Sopir Truk Demo Kantor Gubernur Kalimantan Barat
Sumber :
  • Ngadri/siap.viva.co.id

VIVA – Sejumlah sopir truk menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Gubernur Kalbar mendesak Pemprov Kalbar, Pertamina dan Aparat Pengeak Hukum (APH) menindak tegas aktivitas mobil pelangsir/Tangki Siluman yang beraktivitas di SPBU pada, pada Senin 27 Juli 2026.

img_title Polres Melawi PTDH Tiga Personel Melanggar Kode Etik

Pantauan dilapangan, para pengunjuk rasa mendatangi Kantor Gubernur Kalbar mengendarai sejumlah mobil truk dengan pengawalan petugas Satlantas Polresta Pontianak.

Tiba di kantor Gubernur, para pengunjuk rasa lantas menyampaikan aspirasi terkait maraknya mobil truk bertangki siluman atau mobil pelangsir di sejumlah SPBU di wilayah Kalimantan Barat.

img_title Gempar Ibu dan Anak di Landak Kalbar Ditemukan Tewas, Tangan dan Kaki Terikat

Usai menyampaikan aspirasi di halaman Kantor Gubernur Kalbar, perwakilan pengunjuk rasa lantas dialog dengan Gubernur Kalbar, Pertamina Patra Niaga Wilayah Kalimantan Barat, Hiswana Migas, Karoops Polda Kalbar, Kapolresta Pontianak di ruang Ruai Telabang.

Dalam dialog tersebut, para sopir mengeluhkan sulitnya membeli BBM bersubsidi bio solar untuk pengangkutan barang lantaran BBM di monopoli oleh para pelangsir atau mobil truk bertangki siluman.

img_title Polda Kalbar Bekuk 4 Pelaku Pencuri BTS Telekomunikasi Beraksi di 22 TKP

Para sopir juga menyebutkan SPBU yang melayani pembelian dengan cara langsir diantaranya SPBU Air Hitam, SPBU Peniti, SPBU Telabang dan SPBU Lintang Batang.

Para sopir juga mengatakan, tidak jauh dari SPBU tersebut ada gudang penimbunan dan ada mobil tangki biru putih.

Kooordinator aksi unjuk rasa, Ali menyampaikan faktor penyebab sulitnya mendapatkan BBM bersubsidi bio solar lantaran ada mobil bertangki siluman atau yang biasa disebut mobil pelngsir di SPBU.

‘’Kami minta aktivitas mobil pelangsir atau bertangki siluman di sejumlah SPBU di Kota Pontianak, Kubu Raya, Mempawah, Sambas dan wilayah lainya ditindak karena membuat kami sulit mendapatkan solar untuk kendaraan angkutan,’’jelas Ali.

Ali juga berharap kepada Pertamina Patra Niaga wilayah Kalimantan dan Aparat Penegak Hukum (APH) khususnya di jajaran Polda Kalbar untuk menindak tegas SPBU ‘’Nakal’’ yang melayani mobil bertangki siluman untuk kepentingan pribadi atau di timbun lantas di jual kembali ke Industri.

‘’Saya minta SPBU yang ‘’nakal’’ atau melakukan penyalahgunaan distribusi ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku,’’ujarnya.

Karoops Polda Kalbar Kombes Pol Marsdianto menegaskan bahwa Polri berkomitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat sekaligus memastikan distribusi BBM bersubsidi berjalan lancar.

Halaman Selanjutnya
img_title