Kementan Dorong Program Gernas Penanganan Dampak El Nino, Ini Targetnya!

Kementan soal peningkatan pangan
Sumber :
  • Istimewa

Siap – Kementerian Pertanian (Kementan) tengah berupaya keras melakukan pembenahan besar-besaran untuk meningkatkan produksi pangan strategis, utamanya padi dan jagung. 

img_title Tiga ASN Tewas Ditembak di Jayawijaya, Arief Darmawan: Kemana Suara Komnas HAM?

Adapun upaya itu di antaranya dengan penggunaan teknologi, pendampingan petani melalui penyuluh, mekanisasi pertanian, penggunaan benih unggul serta optimalisasi lahan. 

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, dalam satu tahun ini Kementan fokus meningkatkan produksi dan produktivitas, khususnya tanaman padi dan jagung.

img_title Supian Suri Punya Cara Baru Atasi Cabai Mahal di Depok, Begini Konsepnya

“Kita tidak sendiri ada Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) bersama-sama dengan Babinsa untuk mendampingi para petani di lapangan," katanya dikutip pada Jumat, 15 Desember 2023.

Mentan Amran menjelaskan, masalah utama dalam penurunan produksi adalah pupuk, keterbatasan alsintan serta kesulitan benih. 

img_title Melongok Kolaborasi Sipir dan Napi Sulap 'Lahan Tidur' Lapas Surabaya Jadi Area Produktif

"2019-2022 swasembada kita raih 2 kali dan menurun karena hadirnya El Nino, tapi saat ini kita bersinergi untuk meraih kembali swasembada," tuturnya. 

Namun hal ini, tentunya menuntut peningkatan kinerja penyuluhan, pendidikan, dan pelatihan pertanian sebagai fungsi peningkatan kualitas dan kuantitas SDM pertanian melalui pendampingan efektif kepada pelaku usaha tani di lapangan.

Pada acara Mentan Sapa Petani dan Penyuluh (MSPP) volume 46, di Ruang AOR, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan, bahwa saat ini 10 negara sudah mengalami krisis pangan akibat dampak covid, climate change dan El Nino. 

Bahkan Myanmar dan Vietnam yang merupakan negara produsen, menahan beras mereka untuk ekspor untuk memenuhi kebutuhan pangan di dalam negeri.

“Peningkatan produktivitas dan produksi pertanian diantaranya sarana prasarana pertanian tersedia seperti pupuk, benih, pestisida, irigasi, asuransi," tuturnya.

Selain itu, petani mengerti memahami informasi teknologi pertanian salah satunya dengan menggunakan varietas tinggi.

"Dan yang terpenting pastikan penyuluh pertanian mendampingi petani dalam implementasi teknologi pertanian," ujar Kabadan Dedi.

Narasumber MSPP, Sumardi yang merupakan Penyuluh Pertanian Pusat mengatakan, diperlukannya peningkatan peran penyuluh pertanian dalam pengawalan dan pendampingan di lokasi Gernas Penanganan Dampak El Nino.

Ini untuk mendukung penjaminan ketersediaan produksi dan peningkatan nilai tambah atas hasil produksi.

“Output yang diinginkan yaitu terlaksananya pengawalan dan pendampingan oleh penyuluh pertanian di lokasi Gernas Penanganan Dampak El Nino yang berada di 10 provinsi dan 115 kabupaten. Selain juga untuk mendukung penjaminan ketersediaan produksi dan peningkatan nilai tambah atas hasil produksi," ujar Sumardi.

Halaman Selanjutnya
img_title