Supian Suri Punya Cara Baru Atasi Cabai Mahal di Depok, Begini Konsepnya
Siap – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok mulai menyiapkan program Kampung Cabai sebagai salah satu inovasi yang akan didorong melalui alokasi Rp300 juta untuk setiap Rukun Warga (RW).
Program ini diharapkan mampu meningkatkan ketahanan pangan masyarakat sekaligus membantu menekan dampak kenaikan harga cabai.
Wali Kota Depok Supian Suri menjelaskan, sejak awal pemerintah memberikan keleluasaan kepada setiap RW untuk menentukan program yang paling sesuai dengan kebutuhan warganya.
"Saya dari awal menjanjikan alokasi anggaran Rp300 juta per RW, saya belum tahu nanti kemanfaatannya buat apa. Karena yang lebih tahu kebutuhan lingkungannya adalah Pak RW bersama jajaran RT," ungkapnya, dikutip Rabu, 22 Juli 2026.
Menurut Supian, anggaran tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga program pemberdayaan masyarakat.
"Pemanfaatannya pertama bisa untuk infrastruktur, seperti drainase, Posyandu, atau kebutuhan lainnya. Kemudian di luar infrastruktur juga bisa untuk program-program yang memang dibutuhkan masyarakat," bebernya.
Salah satu program yang kini tengah dipersiapkan adalah pembentukan Kampung Cabai di setiap RW dengan memanfaatkan dana tersebut agar masyarakat dapat membudidayakan cabai secara mandiri.
"Ke depan kita sudah mengalokasikan ada namanya Kampung Cabai dari dana RW itu. Bagaimana semua RW punya tanaman cabai sehingga tidak lagi ribut-ribut cabai mahal," jelasnya.
Ia menilai, apabila setiap lingkungan mampu menghasilkan cabai sendiri, kebutuhan rumah tangga dapat dipenuhi tanpa harus bergantung pada harga pasar.
Bahkan, hasil panen yang melimpah berpotensi menjadi sumber pendapatan tambahan bagi warga.
"Kalau nanti kita sudah punya cabai banyak seperti begini, mau harga cabai berapa pun di luar, kalau bisa dijual ya syukur. Kalau tidak dijual, kita enggak perlu keluar uang untuk beli cabai," terangnya.
Supian Suri optimistis, meski besaran anggaran untuk setiap RW tidak terlalu besar, pemanfaatannya akan memberikan dampak positif apabila dikelola secara tepat dan sesuai kebutuhan masyarakat.
"Ini menjadi bagian dari ikhtiar. Nominalnya mungkin tidak terlalu besar, tetapi mudah-mudah punya kemanfaatan yang besar," ucapnya.