Atasi Degradasi Lahan, Rajawali II dan Pakar Dorong Nutrisi Sirkular Vinase di Cirebon
- Istimewa
Siap –Sektor pertanian modern saat ini tengah menghadapi tekanan yang sangat besar.
Degradasi lahan yang masif, penurunan drastis kadar bahan organik tanah, serta ketidakseimbangan siklus hara menjadi ancaman nyata bagi keberlanjutan pangan dan komoditas strategis nasional, termasuk industri gula.
Merespons tantangan kritis tersebut, sebuah langkah konkret dilakukan di sektor perkebunan tebu Cirebon.
Langkah ini berfokus pada pemulihan kesehatan tanah melalui pemanfaatan limbah agroindustri yang diolah kembali menjadi sumber nutrisi berkualitas tinggi.
Anom Wibisono, Dewan Pakar Pertanian Ramah Lingkungan sekaligus formulator bioaktif era tahun 90an, turun langsung ke lapangan bersama Direktur Operasional Rajawali II Adang Sukendar Djuanda, GM PSA Palimanan Soleh Iskandar, GM PG. Sindang Laut Roni Kurniawan beserta tokoh tani setempat.
Rombongan ini melakukan uji coba Pemanfaatan Vinase sebagai produk samping industri bioetanol atau gula, memiliki kandungan bahan organik dan nutrisi yang tinggi.
Vinase yang selama ini sering dianggap sebagai limbah sisa distilasi, kini diposisikan sebagai penyelamat kesuburan tanah yang potensial.
"Uji coba lapangan ini menyasar langsung ke akar rumput di sektor hilir. Penerapan bioaktif Vinase sebagai POC/PTOC di lahan petani di daerah Sindah Laut, Lemah Abang, Kabupaten Cirebon, melalui pendekatan mekanisasi dengan menggunakan pupuk organik cair (POC)/pembenah tanah organik cair (PTOC) bertujuan untuk merumuskan konsep Nutrisi Sirkular POC/PTOC Bioactive-VINASE sebagai solusi integratif dalam meningkatkan kesehatan tanah dan keberlanjutan sistem pertanian, khususnya di tanaman tebu, " ungkap Anom.
"Penggunaan metode mekanisasi dalam penyaluran pupuk cair ini diharapkan mampu menyebarkan nutrisi secara merata, sekaligus menekan biaya operasional tenaga kerja di perkebunan tebu.," sambungnya.
Anom menekankan bahwa Konsep Nutrisi Sirkular Bioactive-VINASE merupakan pendekatan inovatif yang mampu mengintegrasikan pengelolaan limbah agroindustri dengan peningkatan kualitas tanah.
Selain itu sinergitas mikroorganisme dalam sistem ini menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan daur nutrisi, meningkatkan kesuburan tanah, serta mendorong produktivitas pertanian yang ramah lingkungan.
"Mikroorganisme aktif di dalam formula ini berfungsi memecah senyawa kompleks vinase agar lebih mudah diserap oleh akar tebu dan merangsang aktivitas biologi tanah yang sempat mati akibat penggunaan pupuk kimia berlebih," tuturnya.