Bukan Sekadar Kejar Target Panen, Saatnya Paradigma Pertanian Indonesia Bergeser, Dua Sisi Mata Uang Tak Terpisahkan?

Anom Wibisono Ketua Umum Governansi Nusantara Emas (GNE) | Peneliti & Pemerhati Kebijakan Pertanian dan Lingkungan Hidup.
Sumber :
  • Istimewa

Siap –Di tengah meningkatnya kebutuhan pangan akibat pertumbuhan penduduk, bangsa ini menghadapi sebuah pertanyaan mendasar: bagaimana memenuhi kebutuhan pangan nasional tanpa merusak lingkungan yang menjadi fondasi produksi pangan itu sendiri?

img_title Panik Dengar Iran Bidik Daratan AS dengan Rudal Jelajah 15.000 Km, Trump Auto Ganti Strategi, Niat "Cekik" Ekonomi?

Seperti diketahui, selama beberapa dekade, keberhasilan pertanian sering diukur dari tingginya hasil panen.

Namun, pendekatan yang hanya berorientasi pada produktivitas jangka pendek kerap mengabaikan kesehatan tanah, kualitas air, keanekaragaman hayati, dan keberlanjutan ekosistem.

img_title Pertumbuhan Ekonomi Tetap Solid, Penguatan Fondasi Ekonomi Menjadi Fokus Semester II

Akibatnya, tidak sedikit lahan pertanian mengalami penurunan kesuburan, peningkatan ketergantungan terhadap input kimia, hingga menurunnya daya dukung lingkungan.

Anom Wibisono Ketua Umum Governansi Nusantara Emas (GNE) | Peneliti & Pemerhati Kebijakan Pertanian dan Lingkungan Hidup mengatakan bahwa di tengah tuntutan untuk meningkatkan produksi pangan nasional, sering kali perhatian publik dan para pengambil kebijakan terfokus pada peningkatan produktivitas jangka pendek.

img_title Kas Militer Iran Kritis Kena Sanksi AS, Tekanan Ekonomi Lebih Mematikan dibanding Serangan Militer, Benarkah?

Padahal, keberhasilan pertanian tidak hanya ditentukan oleh banyaknya hasil panen yang diperoleh hari ini, tetapi juga oleh kemampuan lahan untuk terus menghasilkan pangan secara berkelanjutan di masa depan.

"Dalam perspektif ini, kesehatan tanah harus ditempatkan sebagai fondasi utama ketahanan pangan nasional. Tanah bukan sekadar media tumbuh tanaman, melainkan sebuah sistem kehidupan yang kompleks, tempat berlangsungnya siklus nutrisi, aktivitas mikroorganisme, penyimpanan air, serta berbagai proses biologis yang menentukan produktivitas pertanian," ujarnya dalam pernyataan tertulis yang diterima Senin (15/6).

Pergeseran Paradigma: Menyehatkan Tanah, Bukan Sekadar Memberi Makan Tanaman

Menurut Anom, kebijakan pertanian yang berorientasi pada keberlanjutan perlu menempatkan pupuk organik, baik cair maupun padat, sebagai program prioritas utama dalam pembangunan pertanian nasional.

Pupuk organik memiliki peran mendasar dalam memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kandungan bahan organik, memperkuat aktivitas biologi tanah, serta mendukung berlangsungnya daur ulang nutrisi secara alami.

Selama ini, pupuk kimia sering diposisikan sebagai instrumen utama peningkatan produksi.

Memang tidak dapat dipungkiri bahwa pupuk kimia memiliki peran penting dalam menyediakan unsur hara yang cepat tersedia bagi tanaman.

Namun, menjadikan pupuk kimia sebagai satu-satunya pijakan kebijakan produktivitas pertanian merupakan pendekatan yang kurang lengkap dan berpotensi mengabaikan kesehatan tanah dalam jangka panjang.

Halaman Selanjutnya
img_title