Iran Pamer 'Kartu As' dari Bawah Tanah, Amerika Bisa Dibuat Tak Tenang
- Gemini AI
Menurutnya, kampanye tekanan ekonomi yang dilakukan Trump lebih banyak mengandung unsur propaganda.
Ia mempertanyakan langkah lain yang masih dapat dilakukan Washington setelah berbagai bentuk tekanan sebelumnya diterapkan.
Mengenai kemungkinan blokade maritim, Rezaei mengatakan tindakan tersebut bukan sesuatu yang baru bagi Iran.
Ia bahkan menyebut Teheran telah mengekspor sekitar 70 juta barel minyak dalam kurun satu hingga dua bulan terakhir.
Dalam kesempatan itu, Rezaei kembali menyampaikan peringatan kepada negara-negara tetangga agar tidak bergabung dalam tekanan ekonomi yang diarahkan Amerika Serikat kepada Iran.
"Kami mengimbau seluruh negara tetangga untuk tidak ikut serta dalam perang ekonomi melawan Iran. Kami akan menganggap musuh negara mana pun yang terlibat di dalamnya," tegasnya.
Rezaei mengatakan Teheran akan terlebih dahulu melakukan pendekatan diplomatik kepada negara-negara yang dianggap terlibat.
Iran, kata dia, akan berusaha membujuk mereka agar tidak ikut serta dalam kampanye tersebut.
Namun, ia memberikan peringatan apabila negara-negara tersebut tetap menjalankan kebijakan yang dianggap merugikan Iran.
"Jika mereka memulai tindakan semacam itu, kami tidak akan membiarkan satu tetes minyak pun melintasi Teluk Persia," ancam Rezaei.
"Minyak tidak akan bisa keluar, baik melalui Selat Hormuz maupun Teluk Persia," sambungnya.
Ia juga mengklaim Iran saat ini telah menutup Selat Hormuz tanpa mengganggu lalu lintas minyak yang berada di kawasan Teluk Persia.
Rezaei menambahkan bahwa Iran sejauh ini masih menahan diri untuk tidak menyerang kepentingan ekonomi Amerika Serikat, meskipun sebelumnya telah melakukan serangan terhadap pangkalan militer AS.
"Saudara-saudara kami siap untuk melakukan operasi, namun kami tetap menempuh langkah yang bijak dan logis," ujarnya.