Israel Sesumbar Bisa Lawan Iran, IRGC Siapkan Kejutan: Mereka Ga Akan Mampu dan Tak Punya Kapasitas Lawan Teheran!

Potret ilustrasi pemimpin AS Israel dan Iran
Sumber :
  • Istimewa

Siap –Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) secara resmi mengumumkan pergeseran besar dalam doktrin pertahanan negara.

img_title Siap Perang Besar? Iran Siapkan Rudal Generasi Baru dengan Daya Hancur Paling Mengerikan!

Deputi Politik IRGC, Brigadir Jenderal Yadollah Javani, menegaskan bahwa militer Iran kini siap beralih dari postur yang sebelumnya defensif menjadi ofensif guna merespons ancaman musuh yang terus berkembang.

Dalam pernyataan yang disampaikan pada Minggu, 16 Agustus 2026, Javani memberikan peringatan keras kepada pihak lawan.

img_title Gawat, Perang Saraf AS-Iran Memanas: California Disebut Jadi "Wilayah Baru" Teheran?

Ia menekankan bahwa musuh tidak boleh mengandalkan tindakan mengejutkan, sebab Iran kini memiliki strategi baru.

“Musuh bahkan mungkin harus menunggu kejutan-kejutan strategis,” ujar Javani dalam program Special News Interview di televisi pemerintah.

img_title NATO Siaga Satu! Iran Ancam Hantam Pangkalan Militer AS di Eropa, Siap Perang Besar?

Javani menjelaskan bahwa perubahan ini bukan sekadar retorika, melainkan hasil dari pemutakhiran doktrin pertahanan pasca-konflik.

Menurutnya, meskipun tindakan Iran selama ini bersifat defensif karena faktor musuh yang memicu perang, pendekatan ke depan akan lebih transformatif dan tegas.

“Hal penting adalah musuh yang memulai perang, sedangkan tindakan kami dalam proses ini bersifat defensif, meskipun karakter tindakan tersebut dapat berubah menjadi ofensif. Ini merupakan salah satu pendekatan transformatif angkatan bersenjata,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Javani turut menanggapi keterlibatan Israel dalam konflik 12 hari terakhir. Ia secara terbuka meragukan kemampuan Israel untuk menghadapi Iran sendirian tanpa bantuan negara-negara Barat.

“Ini bukan berarti kami menganggap rezim Zionis sebagai kekuatan proksi bagi Amerika, Eropa, dan Barat di kawasan. Bukan seperti itu. Sebuah negara seperti rezim Zionis tidak berada pada tingkat dan kapasitas yang membuatnya mampu memasuki perang melawan Republik Islam,” tegas Javani.

Menurutnya, keterlibatan Israel dalam konflik 12 hari lalu hanya dimungkinkan karena dukungan penuh dari Amerika Serikat.

“Rezim Zionis bahkan dalam perang 12 hari masuk ke medan dengan dukungan Amerika,” tambahnya.

Israel Sesumbar Bisa Lawan Iran

Sebelumnya dikabarkan, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, melontarkan ancaman terbuka dan sesumbar mengenai potensi nasib pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, di masa mendatang.

Secara tegas, Katz menyebut bahwa Khamenei bisa saja mengalami nasib tragis yang sama dengan mantan Presiden Irak, Saddam Hussein, apabila terus memilih jalan konfrontasi melawan Israel.

Halaman Selanjutnya
img_title