Sukses Bikin AS Kelimpungan, Pesan Vahidi untuk Pejuang Iran, Militer Terkuat Bertekuk Lutut dalam 6 Bulan!

Potret ilustrasi
Sumber :
  • Istimewa

Siap –Panglima Korps Garda Revolusi Islam Iran, Mayor Jenderal Ahmad Vahidi, menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para pejuang Iran.

img_title Kepala Nuklir Iran Mendadak Pulang dan Batal Bicara di IAEA, Ada Apa?

Apresiasi ini diberikan atas dedikasi mereka menjalani enam bulan operasi militer penuh tantangan di berbagai medan ekstrem.

Dalam pesan tertulis bertepatan dengan menyambut bulan suci Rabiulawal, Vahidi secara tegas mengapresiasi keberhasilan pasukannya. Mengutip laporan dari Mehr News Agency pada Sabtu (15/8/26), Vahidi menyatakan bahwa para pejuang Iran telah berhasil membuat "militer paling bersenjata dalam sejarah dunia bertekuk lutut."

img_title Pangkalan AS Diserang Iran, Citra Satelit China Jadi Sorotan

Tantangan Medan Ekstrem dan Keharmonisan Pasukan

Operasi militer yang berlangsung selama setengah tahun ini diakui menghadapi rintangan geografis dan cuaca yang amat berat.

img_title Perang Belum Reda, Iran Justru Buka Opsi yang Bikin Dunia Cemas

Pasukan Iran harus beroperasi di bawah sengatan panas serta kelembapan tinggi di pulau-pulau dan pesisir selatan, sekaligus bertaruh dengan suhu dingin membekukan di kawasan pegunungan perbatasan utara.

Vahidi menilai keberhasilan operasi ofensif maupun defensif di tengah gempuran ketat ini menjadi bukti nyata dari ketahanan fisik dan mental pasukan Iran.

Menurutnya, capaian tersebut lahir dari keteguhan niat, tawakal kepada Tuhan, serta pengorbanan besar personel di garis depan.

Penghormatan khusus disampaikan Vahidi kepada seluruh jajaran anggota Garda Revolusi, Angkatan Darat, kepolisian, Basij, masyarakat suku, hingga para personel yang ia sebut sebagai "prajurit tanpa nama."

Untuk menggambarkan kesolidan tersebut, Vahidi mengutip ayat Al-Qur’an tentang barisan pejuang di jalan Allah yang kokoh bagaikan bangunan yang tersusun kuat.

Inovasi Strategi dan Relevansi Sejarah Islam Vahidi menegaskan bahwa perjuangan enam bulan ini telah menyedot perhatian dunia sekaligus membangkitkan harapan masyarakat tertindas akan berakhirnya dominasi kekuatan besar.

Ia menyamakan semangat pantang menyerah ini dengan pengalaman perang Iran-Irak selama delapan tahun serta jejak sejarah awal Islam.

Dengan meneladani Ahlulbait, para pejuang Iran dinilai berhasil menghidupkan kembali keagungan serta semangat pengorbanan yang pernah terukir dalam Perang Iran-Irak, sekaligus membangkitkan memori pertempuran bersejarah Badar dan Khandaq pada masa Nabi Muhammad.

Di samping itu, Vahidi menyoroti efektivitas pengelolaan medan perang yang inovatif di bawah kepemimpinan Ayatollah Sayyid Mojtaba Khamenei.

Halaman Selanjutnya
img_title