Manfaatkan Kendornya Serangan AS, Iran Bangun Mesin Perang Baru
- Istimewa
Siap – Saat Amerika Serikat sedang putar otak untuk terus menekan, Iran justru sibuk memperkuat sistem pertahanan. Teheran tampaknya benar-benar sudah bersiap dengan segala skenario Washington.
Disitat dari kanal YouTube Kompas, Iran mengaku memanfaatkan masa gencatan senjata untuk memperkuat kemampuan militernya.
Produksi rudal disebut meningkat. Drone generasi baru mulai digunakan dan para petinggi militer menegaskan mereka siap kembali berperang jika perundingan dengan AS kembali menemui jalan buntu.
Di tengah upaya negosiasi yang masih berlangsung antara Iran, Oman, dan sejumlah mediator internasional, Teheran menyampaikan bahwa masa gencatan senjata tidak digunakan untuk berdiam diri.
Juru Bicara Militer Iran, Brigadir Jenderal Mohammad Akraminia menjelaskan, bahwa pihaknya memanfaatkan setiap kesempatan selama masa penghentian serangan untuk memperkuat angkatan bersenjata.
Menurut Akraminia, berbagai langkah dilakukan mulai dari memasukkan peralatan militer yang sudah tersedia ke dalam satuan tempur.
Kemudian mengimpor perlengkapan baru, memperbaiki sistem persenjataan yang rusak, hingga mengembangkan sistem senjata yang benar-benar baru.
Kota rudal bawah tanah Iran
- Generated by Gemini AI
Ia juga mengungkapkan, bahwa drone generasi terbaru milik Republik Islam ini telah digunakan dalam pertempuran.
Namun, rincian kemampuan drone tersebut belum dipublikasikan dan akan diumumkan pada waktu yang dianggap tepat.
Pernyataan senada juga datang dari Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Pertahanan Republik Islam Iran, Brigadir Jenderal Seyed Majid Ebn-e-Reza.
Ia mengatakan, bahwa produksi rudal dan dron tidak pernah berhenti bahkan selama konflik maupun masa gencatan senjata.
Menurutnya, produksi drone kini mencapai tiga kali lipat dibandingkan sebelum perang. Meski demikian, ia tidak menyebutkan jumlah pastinya.
Majid juga menegaskan, bahwa meskipun sejumlah komandan senior gugur dalam perang, kekompakan angkatan bersenjata negaranya tetap terjaga.
Bahkan menurut dia, pasukan Republik Islam mampu menghadapi lawan dengan kecepatan, inisiatif, dan taktik baru yang memberi banyak kejutan di medan tempur.
Sementara itu, Juru Bicara Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC, Brigadir Jenderal Hossein Mohebbi, juga menyampaikan bahwa produksi rudal negaranya meningkat selama masa gencatan senjata.
Ia mengatakan, pengalaman selama perang dimanfaatkan untuk meningkatkan akurasi rudal meskipun IRGC belum mengungkapkan jumlah persediaan, maupun kapasitas produksi senjata yang dimiliki saat ini.