Trump Hadapi Pilihan Besar soal Iran, Serangan Militer dan Risiko Perang Jadi Sorotan

Potret ilustrasi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Sumber :
  • Istimewa

Siap – Amerika Serikat (AS) dilaporkan tengah menyiapkan sejumlah langkah militer untuk mengantisipasi kemungkinan operasi singkat dan intensif terhadap Iran setelah pemilihan paruh waktu. 

img_title Iran Tegaskan Tekanan Ekonomi AS Tak Berhasil, Teheran Siapkan Langkah Baru

Negara-negara Teluk disebut telah mendapat peringatan agar bersiap menghadapi potensi eskalasi tersebut.

Laporan Wall Street Journal (WSJ) yang mengutip sejumlah sumber menyebutkan, peringatan itu disampaikan di tengah dinamika politik menjelang pemilihan paruh waktu AS pada 3 November mendatang.

img_title Ledakan Beruntun di Pulau Qeshm, Iran Ledakan 11 Kapal Tangker: Perang AS Dimulai?

Presiden AS Donald Trump disebut menunjukkan kecenderungan kuat untuk melancarkan serangan besar terhadap Iran.

Target yang dipertimbangkan mencakup infrastruktur dan fasilitas nuklir negara tersebut.

img_title Breaking News! AS Kembali Bombardir Iran, Pulau Qeshm Berguncang Dini hari Tadi

Meski demikian, Gedung Putih belum mengambil keputusan final terkait rencana operasi militer tersebut.

Untuk mengantisipasi kemungkinan serangan balasan dari Teheran, Washington mulai memperkuat kesiapan militernya di kawasan Teluk.

Langkah itu dilakukan dengan mengerahkan tambahan baterai rudal pertahanan udara Patriot, memindahkan pasukan dari pangkalan yang dianggap rentan, serta meningkatkan persediaan amunisi dan kapal perang.

Sementara itu, upaya perundingan antara Amerika Serikat dan Iran dilaporkan masih mengalami kebuntuan.

Ketegangan kedua negara terus meningkat setelah sejumlah insiden di lapangan.

Trump sebelumnya melontarkan ancaman serangan lanjutan setelah serangkaian insiden, termasuk operasi militer AS terhadap kapal-kapal Iran sejak 1 September serta meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz.

Pemerintah Iran merespons ancaman tersebut dengan pernyataan tegas. 

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pekan lalu memperingatkan bahwa Washington berisiko mengalami kegagalan strategis yang jauh lebih besar apabila memilih menyelesaikan persoalan melalui kekuatan militer.

Media pemerintah Iran, Press TV, juga melaporkan bahwa Teheran telah mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan perang total tanpa batasan apa pun.

Namun, kemungkinan eskalasi militer tersebut turut memunculkan perhatian di dalam negeri Amerika Serikat.

Sejumlah hasil jajak pendapat menunjukkan adanya keraguan publik terhadap strategi pemerintahan Trump dalam menangani konflik dengan Iran.

Survei Fox News pada September mencatat sebanyak 71 persen pemilih terdaftar menilai pemerintahan Trump tidak memiliki strategi yang jelas untuk mengakhiri konflik.

Hasil serupa terlihat dalam survei Pew Research Center.

Sebanyak 65 persen responden menyatakan tidak menyetujui cara Trump menangani krisis Iran.

Halaman Selanjutnya
img_title