Manfaatkan Kendornya Serangan AS, Iran Bangun Mesin Perang Baru

Markas rudal bawah tanah Republik Islam Iran
Sumber :
  • Istimewa

Tolak damai Amerika, Iran siapkan ancaman rudal ke wilayah Israel

Photo :
  • Istimewa

img_title Iran Bersiap Perang Panjang, AS Dikabarkan Buka Opsi Serangan Nuklir, Sinyal Pertempuran Paling Mengerikan?

Di lain sisi, Washington masih terus mendorong tercapainya kesepakatan baru dengan Teheran. 

Presiden AS, Donald Trump kembali menegaskan bahwa Teheran harus menyetujui kesepakatan baru atau menghadapi konsekuensi yang lebih berat.

img_title Biadab! Menteri Israel Usul untuk Membunuh Puluhan Warga Palestina Tiap Malam?

Washington juga memberi sinyal bahwa pembahasan mengenai Selat Hormuz masih terus berlangsung. 

Meski begitu, Teheran menegaskan bahwa mereka tetap bersiap menghadapi kemungkinan terburuk apabila proses negosiasi gagal. 

img_title Gawat! Iran Kini Bakal Lebih Ofensif Hadapi Ancaman Militer, AS-Israel Siap siap Dapat Kejutan ?

Sejumlah laporan media Amerika Serikat bahkan memperkirakan Republik Islam masih memiliki sekitar 70 persen persediaan rudal sebelum perang, dan sekira 40 persen persediaan drone.

Angka tersebut dinilai cukup untuk mempertahankan kemampuan tempur Teheran dalam waktu yang cukup lama, apabila konflik kembali pecah. 

Rudal bawah tanah Iran siap diaktifkan

Photo :
  • Istimewa

Mantan Komandan Senior IRGC, Hossein Kanani Moghaddam mengatakan, bahwa ribuan serangan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel belum berhasil melumpuhkan kemampuan militer Iran. 

Ia mengklaim bahwa produksi rudal dalam negeri terus ditingkatkan baik dari sisi jumlah maupun kualitas.

Menurutnya, rudal-rudal Teheran kini memiliki jangkauan yang lebih jauh dan daya ledak yang lebih besar dibanding sebelumnya. 

Kanani Moghaddam juga menyebut Republik Islam masih memiliki persediaan senjata di fasilitas bawah tanah yang dikenal sebagai kota rudal dan kota drone. 

Ia bahkan mengatakan komponen rudal diproduksi di berbagai lokasi yang sulit dideteksi oleh pihak lawan.

Menurutnya, kondisi itulah yang membuat Washington beberapa kali membatalkan rencana serangan besar terhadap Teheran dalam beberapa bulan terakhir.