Menelisik Jurus Jitu BUMN Menuju Indonesia Emas
- Istimewa
Siap – Perkembangan teknologi semakin mendorong Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Indonesia untuk terus berinovasi.
Hal itu dinilai penting, agar BUMN menjadi salah satu pusat riset dan inovasi yang bertujuan untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045.
Terkait hal itu, riset dan inovasi di dalam BUMN telah menjadi faktor utama yang diharapkan dalam mendorong dan membangun fondasi kuat bagi pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Menyikapi fenomena tersebut, Universitas Djuanda bersama PT Dinamika Nusantara Abadi menyelenggarakan diskusi publik bertajuk Mendorong Tata Kelola Riset dan Inovasi yang Baik di BUMN Dalam Rangka Menuju Indonesia Emas.
Kegiatan itu diselenggarakan pada 22 November 2023 di Gedung C, Universitas Djuanda, Bogor.
Adapun diskusi yang diselenggarakan ini bertujuan untuk mendiskusikan peran kunci inovasi dan tata kelola riset di dalam BUMN.
Serta, bagaimana peran kunci tersebut dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional menuju program Indonesia pada tahun 2045 yaitu Indonesia Emas.
Pada acara ini dihadiri oleh berbagai pihak sebagai narasumber, mulai dari akademisi, pejabat BUMN, hingga masyarakat yang seringkali bergelut di dalam dunia riset.
Sejumlah narasumber tersebut dihadirkan untuk memperkaya sudut pandang terhadap pembahasan terkait tata kelola riset dan inovasi.
Dalam upaya mewujudkan tata kelola riset dan inovasi yang baik dalam menuju Indonesia Emas, ada beberapa hal yang kemudian menjadi fokus utama pembahasan diskusi. Pertama, peningkatan kapasitas SDM.
Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Djuanda, Prof Sri Harini, sekaligus narasumber diskusi, berbicara tentang riset dan inovasi.
Menurutnya dua poin itu tidak bisa dilepaskan dari pembicaraan mengenai talenta yang dimiliki oleh setiap sumber daya manusia.
"Manajemen talenta dalam hal peningkatan kapasitas SDM menjadi penting dilakukan karena bertujuan untuk membentuk manusia unggul dan berbudaya, serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi," katanya dikutip pada Sabtu, 25 November 2023.
Sri Harini menyebut, bahwa peningkatan kapasitas atau talenta setidaknya dapat dilakukan dengan beberapa hal, yaitu edukasi dan pelatihan, mentoring, pembentukan generasi masa depan, dan pembentukan pemimpin organisasi dan perusahaan.