Pengamat Hukum: Polda Kalbar dan Pertamina Lamban Tangani Dugaan Penyalahgunaan BBM
- Ngadri/siap.viva.co.id
VIVA – Pratik dugaan penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) Subsidi jenis solar langsiran dari SPBU di sejumlah wilayah di Kalimantan Barat belakangan ini semakin marak. Bahkan aktivitasnya semakin terangan-terangan.
Modus dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi jenis solar ini beragam cara, namun memiliki ciri-ciri yang mencolok dilapangan, truk terlihat sudah usang sering stanbay di SPBU dan truk ditutup menggunakan terpal seolah-olah kendaraan ekspidisi.
Selanjutnya, saat melakukan pengisian BBM di SPBU, memakan waktu cukup lama sekitar 1 hingga 2 jam. Kemudian setelah melakukan pengisian BBM lantas meninggalkan SPBU, tapi tidak lama kemudian truk tersebut kembali mengisi BBM lagi di SPBU tersebut.
Dugaan ‘’Mafia BBM’’ ini dalam menjalankan aksinya juga terbilang masif, rapi dan terstruktur. Dan BBM yang sudah diisi di timbun pada gudang tertentu dan setelah itu di jual kembali dengan harga lebih mahal.
Menanggapi keresahan para sopir, belum lama ini ratusan driver ekspidisi dan para sopir melakukan aksi demontrasi ke kantor DPRD Mempawah. Dalam orasinya para pengunjuk rasa menyebut di SPBU ada pelangsir dan aksi premanisme.
Kemudian, para pengunjuk rasa juga menyatakan, bahwa di SPBU ada dugaan pungli. Para pengunjuk rasa pun meminta agar pelaku ditindak.
Gudang penimbunan BBM subsidi jenis solar di Jalan Trans Kalimantan
- Ngadri/siap.viva.co.id
Selanjutnya aksi tiga wartawan memergoki truk tangki berwarna merah putih diduga memindahkan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi ke mobil truk warna biru putih yang di sebut-sebut terjadi di Jalan Trans Kalimantan, Kalimantan Barat.
Pengamat Hukum,Akademisi, dan Pakar Kebijakan Publik Dr.Herman Hofi Munawar, S.Pd., SH, M.Si mengatakan, pihak Pertamina dan Aparat Penegak Hukum (APH) di Kalbar lamban menangani terhadap berbagai pelalu tindak pidana penyimpangan terhadap BBM.
‘’Kondisi ini wajar jika publik berfikir liar bahwa adanya dugaan pembiaran. Lambannya penanganan terhadap dugaan penyelewengan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang dialihkan ke sektor industri merupakan persoalan yang sangat menyakitkan rakyat kecil,’’tegas Herman Hofi Munawar kepada siap.viva.co.id, pada Minggu 14 Juni 2026.
Ketika sebuah video atau laporan investigasi sudah viral di masyarakat terutama yang menunjukkan modus kasat mata seperti pemindahan (kencing) BBM dari tangki merah-putih (subsidi/reguler) ke tangki biru (industri)—respon dari pihak berwenang terkesan lamban dan bahkan tidak ada progres