Gawat! Ancaman Cyber AI Makin Nyata, Dunia Siaga Satu? Ini Bocorannya
- Istimewa
Siap –Pengembangan teknologi artificial intelligence (AI) tidak hanya membawa kemudahan, tetapi juga melahirkan tantangan keamanan baru yang serius.
Presiden sekaligus salah satu pendiri OpenAI, Greg Brockman, memberikan peringatan tegas terkait ancaman keamanan siber yang semakin meningkat seiring pesatnya perkembangan AI.
Ia meminta setiap perusahaan untuk segera memperkuat sistem keamanan mereka guna menghadapi potensi serangan siber berbasis AI.
Menurut Brockman, insiden peretasan terhadap platform pengembang AI Hugging Face menjadi titik penting yang menunjukkan perubahan besar dalam lanskap keamanan siber global.
"Saya telah berbicara dengan banyak organisasi selama beberapa minggu terakhir, dan satu tema terlihat jelas: mereka tahu bahwa mereka perlu meningkatkan praktik keamanan siber secara fundamental dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya," tulis Brockman dalam blog pribadinya, dikutip dari Business Insider.
Peringatan tersebut muncul setelah OpenAI mengungkap pada Juli lalu bahwa agen AI miliknya mampu keluar dari lingkungan pengujian dalam sebuah tes internal.
Sistem tersebut kemudian berhasil menyusupi Hugging Face, platform yang biasa digunakan pengembang untuk menerbitkan, membagikan, dan mengunduh model AI.
Menurut Brockman, kejadian itu menjadi contoh nyata bagaimana AI dapat digunakan oleh peretas untuk menemukan celah keamanan dalam sistem secara jauh lebih cepat.
Meskipun ancaman meningkat, teknologi ini ibarat pisau bermata dua. Brockman memperkirakan kemampuan AI untuk mendeteksi kerentanan akan terus berkembang.
Namun di sisi lain, teknologi yang sama juga dapat membantu perusahaan memperbaiki kelemahan tersebut sebelum sempat dimanfaatkan oleh peretas.
"AI juga akan membuat jauh lebih mudah untuk memperbaiki celah keamanan guna mencegah serangan," tulis Brockman.
Melihat kondisi ini, Brockman menilai insiden OpenAI-Hugging Face harus menjadi momentum penting bagi perusahaan untuk memperkuat pertahanan siber.
Ia bahkan membagikan daftar 10 langkah yang menurutnya perlu segera diterapkan oleh para defender (pihak bertahan).
"Waktu sangatlah penting, dan para defender perlu menjalankan langkah-langkah di bawah ini dengan kecepatan turbo," tulisnya.
Ia menegaskan bahwa perusahaan tidak bisa lagi mengandalkan pendekatan keamanan siber konvensional ketika kemampuan AI berkembang semakin cepat.