Eskalasi Memanas! AS Lancarkan Serangan Balasan ke Berbagai Wilayah Strategis Iran Trump: Hajar Mereka Habis habisan!
- Istimewa
Siap –Ketegangan di Timur Tengah kembali mencapai titik didih.
Militer Amerika Serikat melancarkan gelombang serangan balasan ke berbagai lokasi strategis di Iran pada Kamis (30/7) dini hari.
Langkah tegas ini diambil Washington setelah pangkalan militer AS di Yordania serta sebuah kapal tanker gas dihantam serangan drone yang diduga kuat melibat pihak Iran.
Rentetan ledakan hebat dilaporkan terdengar di sejumlah wilayah vital Iran. Berdasarkan laporan media lokal yang dikutip Al Jazeera, sedikitnya tiga ledakan guncang Pulau Qeshm.
Warga setempat mengungkapkan bahwa rudal-rudal tersebut menghantam area pemukiman di pulau tersebut.
Tidak hanya Pulau Qeshm, suara ledakan juga membahana di provinsi Bushehr.
Wilayah ini menjadi sorotan utama internasional lantaran menjadi lokasi satu-satunya pembangkit listrik tenaga nuklir milik Iran.
Eskalasi serangan balasan AS ini menyebar luas ke berbagai area pesisir dan pulau-pulau strategis. Media televisi resmi Iran, IRIB, melaporkan dua ledakan terdengar nyaring di kota pelabuhan Bandar Abbas yang berada di provinsi Hormozgan.
Suara ledakan serupa turut menggemakan kepanikan di pulau-pulau sekitarnya, seperti Abu Musa, Kish, dan Qeshm.
Serangan menyasar wilayah selatan Iran ini juga dikonfirmasi oleh pejabat setempat.
Wakil menteri keamanan di provinsi Khuzestan mengatakan pasukan AS menargetkan "beberapa lokasi di Abadan." Langkah militer AS ini merupakan respons langsung atas serangan mendadak yang menimpa pangkalan mereka di Yordania.
Selain itu, Trump secara terbuka menuduh Iran sebagai dalang utama di balik aksi pembakaran kapal tanker gas milik AS.
Sebelum gelombang gempuran dini hari ini dilancarkan, Trump sebelumnya bersumpah siap mengambil tindakan keras untuk membalas pihak-pihak yang mengusik aset dan personel AS.
"Kita akan menyerang mereka dengan keras. Kita akan menghajar mereka habis-habisan," kata Trump kepada Fox News.
Konflik terbuka antara kedua negara sebenarnya telah menunjukkan tanda-tanda memanas sejak pertengahan Juli.
Kala itu, AS menggempur habis-habisan Iran meski ada gencatan senjata dan nota kesepahaman (MoU) yang berisi penghentian pertempuran.
Iran lalu membalasnya. Pertempuran pun kembali terjadi hingga saat ini, memicu kekhawatiran global akan terjadinya perang yang lebih luas di kawasan tersebut.