Iran Kembali Serang Aset Militer AS, Ketegangan Makin Sulit Diredam
- Instagram/Istimewa
Siap – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah melancarkan serangkaian operasi militer yang menyasar sejumlah aset militer AS di kawasan Timur Tengah.
Rangkaian aksi yang diumumkan Teheran tersebut disebut sebagai bagian dari operasi balasan atas konflik yang terus memanas antara kedua negara.
Hubungan antara Amerika Serikat dan Iran disebut semakin memburuk, dengan sejumlah pengamat menilai perselisihan kedua negara berpotensi terus berlanjut karena masing-masing memiliki kepentingan dan tujuan yang berbeda.
Dalam perkembangan terbaru, IRGC mengumumkan telah melaksanakan operasi balasan yang diklaim menargetkan fasilitas militer Amerika Serikat.
Mengutip laporan Al Mayadeen pada Senin, 13 Juli 2026, pasukan elite Iran menyatakan telah menyerang platform peluncur rudal Himars milik Angkatan Darat AS yang berada di pangkalan militer Kuwait.
Pernyataan tersebut disampaikan secara resmi melalui sejumlah media dan portal pemerintah di Teheran.
Dalam keterangannya, IRGC mengklaim dua unit peluncur rudal Himars beserta gudang amunisi milik Amerika Serikat di pangkalan tersebut telah terbakar dan hancur akibat serangan.
Mengutip laporan dari kanal YouTube Tribun, operasi tersebut disebut sebagai kelanjutan dari tahapan serangan balasan Iran terhadap aksi militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Selain serangan rudal, militer Iran juga menyatakan telah mengerahkan gelombang baru drone tempur yang diklaim menyasar bunker, fasilitas logistik, hingga sistem pertahanan udara dan rudal milik Amerika Serikat di Kuwait.
Menurut Teheran, operasi tersebut merupakan respons atas tindakan Washington yang dinilai melanggar prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) karena menyerang infrastruktur sipil dan fasilitas militer Iran.
IRGC juga mengklaim bahwa sistem pertahanan udara Patriot beserta instalasi radar strategis Amerika Serikat di Pangkalan Udara Ali Al Salem (AASAB) dan Ahmed Al Jaber (AAJAB) turut mengalami kerusakan dalam rangkaian serangan tersebut.
Melalui pernyataan resminya, angkatan bersenjata Republik Islam menegaskan tidak akan ragu mengerahkan seluruh kemampuan militernya untuk mempertahankan kedaulatan negara dari setiap ancaman.
Pada saat yang sama, IRGC mengumumkan dimulainya fase kelima operasi balasan yang kali ini disebut menyasar wilayah Bahrain dan Oman.