Nadira Agustina Maba dari Daerah Pelosok yang Hadiahkan Keberhasilan Masuk UI untuk Almarhum Ayahnya
- istimewa
Siap – Rektor Universitas Indonesia (UI) Prof. Heri Hermansyah menutup kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026.
Seluruh mahasiswa resmi memakai jaket kuning sebagai tanda bahwa mereka sudah menjadi civitas akademika UI.
"Pemakaian jaket kuning untuk mahasiswa baru sebagai tanda bahwa mereka secara resmi sudah selesai masa orientasi dan siap memasuki masa perkuliahan," kata Rektor, Rabu (19/8/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Rektor memberikan laptop pada 20 mahasiswa baru yang memiliki kondisi ekonomi terlemah.
"Kita berikan laptop sebagai dukungan dari UI bahwa siapapun mahasiswa yang diterima di UI dari daerah manapun UI akan memberikan dukungan supaya mereka berhasil, sukses studinya dan kemudian menjadi orang bisa mengangkat harkat hidupnya," ujarnya.
Salah satu penerima bantuan yaitu Nadira Agustina Hariati dari SMAN 3 Solok Selatan, Sumatera Barat.
Remaja belia ini menceritakan bahwa awal masuk UI dimulai dari kehancuran yang dirasakan karena kehilangan ayahnya.
Nadira menceritakan, dia dan ayahnya sangatlah dekat. Sehingga kehilangan sosok ayah menjadi pukulan berat baginya.
"Orang yang selalu menjadi inspirasi aku tuh papa. Jadi setelah itu (papa meninggal) aku berasa kehilangan semangat hidup. Tapi aku mikir lagi bahwa hidup terus berjalan dan ngga mungkin stuck disitu," katanya.
Dengan berlinang air mata, Nadira menuturkan bagaimana dia mulai menata hidupnya dan berupaya membahagiakan ibunya.
Perlahan dia berupaya bangkit dari keterpurukan dan fokus pada tujuan hidupnya.
"Aku punya tujuan yang pastinya membahagiakan mamaku," ujarnya.
Ia mengaku bahwa UI bukanlah pilihan awalnya untuk berkuliah. Karena dia tidak pernah berfikir untuk masuk UI.
"Karena rasanya terlalu jauh nih UI. Karena aku maunya hanya di sekitar pulau (tempat tinggal)," tukasnya.
Namun keinginannya ternyata sempat ditentang oleh ibunya hingga kemudian Nadira mencari apa yang cocok untuknya.
"Akhirnya aku memilih Teknik Industri di UI," ungkapnya.
Nadira mengaku masuk UI bukan tanpa perjuangan mudah. Sebagai siswi yang aktif berorganisasi di OSIS, Nadira harus pintar membagi waktu antara belajar dengan organisasi.
Usaha yang dilakukan membuahkan hasil manis. Nadira kini menjadi mahasiswa UI tahun 2026. Dan hal itu menjadi kado terindah untuk almarhum ayahnya.