Direktur PNJ Tepis Anggapan Ilmu Akuntansi Bisa Digantikan dengan AI
- istimewa
Siap – Direktur Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), Syamsurizal mengatakan, generai muda tidak perlu khawatir dengan kemajuan teknologi yang akan menggerus sumber daya manusia (SDM) di bidang akuntansi.
Karena menurutnya, kebutuhan SDM di bidang ini masih selalu dibutuhkan. Kendati kemajuan teknoligi menggerus penggunaan SDM di berbagai sektor, namun untuk bidang akuntansi SDM masih terus diperlukan.
Namun ia mengingatkan agar SDM harus adaptif sehingga dapat mengikuti perkembangan zaman.
“Dahulu memang sempat ada kekhawatiran Ilmu Akuntansi akan tergantikan sesuai dengan perkembangan teknologi digital, namun hingga saat ini tidak terjadi, tenaga manusia masih dibutuhkan,” kata Syamsurizal usai acara Seminar Nasional Akuntansi dan Manajemen di Aula Auditorium PNJ Depok, Kamis (23/7/2026).
Dalam seminar tersebut, Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) melakukan desiminasi hasil skripsi mahasiswa ekonomi, artikel dari akademisi dan praktisi. Ada 167 peserta yang ikut serta dan berasal dari sembilan provinsi.
Lebih lanjut dikatakan, SDM di PNJ sendiri sangat mumpuni. Bahkan lulusannya hampir seluruhnya terserap di dunia kerja.
Syamsurizal menuturkan, saat ini terjadi kesenjangan ahli akuntansi di dunia kerja. Karena SDM akuntansi saat ini banyak yang pensiun, sedangkan lini tengah kosong dan baru merekrut tenaga muda akuntansi.
“Memang ada terjadi gap yang jauh yang usia pensiun dan tenaga muda,” ujarnya.
Lulusan akuntansi tidak hanya mampu bekerja di sektor perbankan saja. Mereka bisa bekerja di sektor keuangan lain seperti di OJK, akuntan publik, sektor keuangan, pajak serta asuransi.
Di tempat yang sama, Ketua Jurusan Akuntansi PNJ, Bambang Waluyo mengatakan, saat ini perkembangan ilmu akuntansi sangat pesat sesuai perkembangan AI. Namun ia menegaskan bahwa manusia harus tetap menjadi kendali utama dari kemajuan teknologi.
“Apapun mesin yang mengendalikan adalah manusia," katanya.
Lulusan saat ini harus mampu beradaptasi terhadap perkembangan teknologi. Pelaporan Akuntansi juga tidak hanya tentang rugi laba saja, tetapi juga kebermanfaatan untuk masyarakat sekitarnya dan juga tanpa merusak lingkungan.
“Tidak bisa kami tutup mata terhadap perkembangan yang pesat ini. Kuncinya adalah adaptasi terhadap perubahan,” akunya.