Perang AS-Iran Belum Reda, Dugaan Pembahasan Nuklir Terungkap
- Gemini AI
Siap – Kabar mengenai dugaan pembahasan opsi nuklir di Washington kembali menambah kekhawatiran terhadap arah konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Klaim tersebut disampaikan mantan anggota Kongres AS, Marjorie Taylor Greene, ketika ketegangan militer di Timur Tengah masih berlangsung.
Greene mengaku mengetahui adanya pembahasan mengenai kemungkinan penggunaan senjata nuklir terhadap Iran dalam pertemuan strategi tingkat tinggi pemerintahan Amerika Serikat.
Pernyataan itu disampaikan melalui unggahan di platform X pada Minggu, 16 Agustus 2026, sebagaimana dilaporkan Anadolu Ajansi.
Politikus yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu pendukung kuat gerakan MAGA atau Make America Great Again tersebut mengatakan opsi nuklir disebut telah masuk dalam pembahasan terkait strategi menghadapi Iran.
"Mereka sedang membahas penggunaan senjata nuklir terhadap Iran dalam rapat-rapat strategi," ujarnya.
Greene kemudian menegaskan bahwa pernyataannya bukan sekadar dugaan atau spekulasi mengenai arah kebijakan militer Washington.
"Saya tidak berspekulasi, saya tahu. Dan itu adalah tindakan yang sangat jahat."
Klaim tersebut muncul ketika perang di Timur Tengah masih menimbulkan kekhawatiran mengenai kemungkinan meluasnya konflik.
Penggunaan senjata nuklir dalam konflik apa pun akan membawa konsekuensi yang sangat besar karena dapat meningkatkan risiko eskalasi militer secara drastis.
Greene bahkan memperingatkan bahwa Washington diduga tengah mempertimbangkan perubahan terhadap batas penggunaan senjata nuklir.
Menurutnya, penurunan ambang penggunaan senjata tersebut akan menjadi langkah yang sangat berbahaya.
Peringatan itu disampaikan meskipun Presiden AS Donald Trump sebelumnya berulang kali mengklaim bahwa Amerika Serikat telah mencapai kemenangan dalam perang melawan Iran.
Greene menilai keputusan untuk membuka kemungkinan penggunaan senjata nuklir dapat memicu konsekuensi yang jauh lebih luas.
Ia memperingatkan adanya risiko bencana nuklir yang dapat menyeret lebih banyak negara ke dalam konflik terbuka.
Sampai saat ini, Gedung Putih belum memberikan konfirmasi terbuka mengenai klaim Greene terkait pembahasan penggunaan senjata nuklir terhadap Iran.
Tidak adanya konfirmasi resmi membuat informasi tersebut masih berada pada level klaim politik yang belum mendapatkan penegasan dari pemerintahan Amerika Serikat.
Pernyataan Greene juga menjadi perhatian karena posisinya yang sebelumnya cukup dekat dengan kelompok pendukung MAGA.