Trump Tantang Iran soal Selat Hormuz, Balasan Teheran Bikin Geger
- Gemini AI
Siap – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah Presiden AS Donald Trump melontarkan pernyataan mengejutkan terkait masa depan Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi salah satu pintu utama perdagangan energi dunia.
Pernyataan tersebut disampaikan ketika hubungan Washington dan Teheran kembali berada dalam kondisi tegang setelah upaya diplomasi kedua negara mengalami kebuntuan.
Trump bahkan mengklaim Amerika Serikat akan mengambil langkah yang dapat mengubah status Selat Hormuz.
Dikutip dari kanal YouTube Kompas, Trump menyatakan dirinya berencana mendeklarasikan Selat Hormuz sebagai bagian dari wilayah kekuasaan Amerika Serikat.
Melansir Anadolu Agensi, Trump menyebut rencana tersebut berkaitan dengan perkembangan konflik antara AS dan Iran yang masih berlangsung.
Ia juga menyinggung kondisi Iran yang menurutnya berada dalam posisi terdesak akibat perang.
"Setelah kita selesai mengalahkan Iran yang sedang mengalami kekalahan sangat parah, tak lama lagi saya akan mendeklarasikan Selat Hormuz sebagai wilayah AS," ungkap Trump.
Pernyataan tersebut muncul di tengah sengketa berkepanjangan mengenai akses dan keamanan pelayaran di Selat Hormuz.
Jalur perairan yang berada di antara Iran dan Oman itu memiliki posisi strategis karena menjadi jalur penting bagi distribusi minyak dan komoditas energi dari kawasan Timur Tengah.
Perselisihan mengenai Selat Hormuz semakin rumit setelah hubungan diplomatik Washington dan Teheran kembali mengalami kebuntuan.
Sebelumnya, Amerika Serikat dan Iran sempat mencapai kesepakatan gencatan senjata yang difasilitasi Pakistan pada April 2026.
Kesepakatan tersebut sempat membuka peluang bagi kedua negara untuk meredakan konflik.
Washington dan Teheran kemudian menandatangani kesepakatan lanjutan pada 17 Juni 2026 untuk memulai pembicaraan mengenai perjanjian final.
Namun, proses negosiasi tersebut tidak berjalan sesuai harapan.
Perbedaan pandangan terkait jaminan keamanan dan kebebasan navigasi di Selat Hormuz menjadi salah satu persoalan yang menghambat pembicaraan.
Kebuntuan diplomasi kemudian diikuti dengan kembali meningkatnya aktivitas militer.
Aksi saling serang antara kedua pihak berlangsung pada 8 hingga 24 Juli 2026.
Dalam rangkaian eskalasi tersebut, Washington melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di wilayah Republik Islam Iran.
Teheran kemudian merespons dengan menyerang sejumlah target militer Amerika Serikat yang berada di negara-negara sekutu Washington di kawasan Timur Tengah.