Gawat Rahasia Besar Terkuak, Senator AS: Trump Kalah Perang Lawan Iran, Rakyat Amerika Jadi Korban?
- Istimewa
Siap –Politikus senior sekaligus Senator Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Chris Murphy, menyampaikan kritik tajam terhadap strategi luar negeri Presiden Donald Trump.
Murphy secara terbuka menyatakan bahwa AS telah "kalah" dalam konflik yang berlarut-larut melawan Iran.
Menurutnya, perseteruan panjang antara Washington dan Teheran tidak memberikan keuntungan strategis bagi AS.
Sebaliknya, kondisi ini justru menggerus kekuatan militer dan ekonomi Paman Sam di panggung internasional.
"Donald Trump sudah kalah perang ini. Amerika semakin lemah. Iran semakin kuat," ujar Murphy dalam wawancara dengan NBC News.
Ancaman di Selat Hormuz dan Pilihan Simalakama
Salah satu poin krusial yang disorot Murphy adalah ketegangan di Selat Hormuz jalur logistik energi terpenting dunia yang menghubungkan produsen minyak Timur Tengah ke pasar global.
Gangguan navigasi di kawasan ini dinilai memberikan dampak finansial yang sangat besar bagi AS. Murphy mengaku bersedia mendukung langkah kompromi pahit guna menyelesaikan krisis tersebut.
"Biaya untuk membuka kembali Selat Hormuz terus meningkat dari hari ke hari. Kesepakatan yang saat ini sedang dipertimbangkan akan memberikan Iran imbalan 100 miliar dolar per tahun atas pembukaan kembali selat tersebut. Jumlah itu setara dengan sepertiga dari keseluruhan ekonomi Iran," ucap Murphy.
Ia menambahkan bahwa AS berada dalam posisi sulit karena terbatasnya pilihan diplomatik saat ini.
"Saya siap mendukung kesepakatan yang buruk sekalipun demi mengakhiri perang ini dan membuka kembali selat tersebut, karena satu-satunya kesepakatan yang tersedia saat ini adalah kesepakatan yang sangat buruk," ujar Murphy menambahkan.
Dampak Langsung pada Rakyat AS Di luar masalah geopolitik, Murphy menekankan bahwa efek domino dari ketegangan di Timur Tengah sudah merambat langsung ke dapur warga AS.
Peningkatan biaya logistik dan instabilitas harga energi memicu kenaikan inflasi di dalam negeri.
Peningkatan harga bahan bakar minyak (BBM) serta lonjakan harga pangan menjadi beban berat yang harus ditanggung masyarakat Amerika Serikat setiap harinya.
"Perang ini harus berakhir karena setiap hari perang berlanjut, Amerika semakin lemah, Iran semakin kuat, dan rakyat di Amerika Serikat semakin dirugikan seiring harga-harga yang terus melonjak," tutur Murphy.