Bongkar Penyebab King Indo Gugur di Piala AFF, Bung Harpa: Bukan Masalah Kualitas, Tapi Jhon Herdman Lambat Merespon?

Potret pelatih Timnas Indonesia
Sumber :
  • Istimewa

Siap –Kegagalan Timnas Indonesia melaju ke semifinal Piala AFF 2026 memicu gelombang kritik keras.

img_title Ujian Berat Garuda! Timnas Indonesia Ditantang Yordania di Amman Sebelum Piala Asia 2027

Skuad Garuda harus angkat koper lebih awal setelah hanya bermain imbang 1-1 melawan Singapura pada laga pamungkas Grup A di Stadion Jalan Besar, Jumat (7/8/2026).

Hasil minor tersebut menempatkan Indonesia di peringkat ketiga klasemen akhir dengan koleksi tujuh poin dari empat laga.

img_title Skuad Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026 Mulai Terkuak

Anak asuh John Herdman berada di bawah Vietnam yang memuncaki grup lewat 10 poin serta Singapura yang mengunci posisi runner-up dengan delapan poin.

Pengamat sepak bola nasional, Bung Harpa, menilai persoalan utama kegagalan ini bukan terletak pada reputasi John Herdman.

img_title FIFA ASEAN Cup 2026 Bisa Jadi Panggung Pembuktian Kebangkitan Timnas Indonesia

Menurutnya, juru taktik asal Inggris itu hanya belum memahami lanskap persaingan sepak bola di kawasan Asia Tenggara.

"Menurut gue John Herdman ini bukan pelatih jelek, tapi pelatih yang tidak paham kawasan," tegas Bung Harpa dalam unggahan di kanal YouTube pribadinya dikutip dari Viva Selasa (11/8).

Ia lantas membandingkan Herdman dengan figur pelatih yang sukses menaklukkan ASEAN, seperti Park Hang-seo, Peter Withe, Alfred Riedl, hingga Kim Sang-sik.

Para pelatih tersebut dinilai lihai membaca kultur, membangun mentalitas, dan mengeksekusi pendekatan taktikal yang pas untuk karakter persaingan lokal.

"Lihat Park Hang-seo. Lihat Alfred Riedl, walaupun dia pelatih Eropa, tapi dia memahami kawasan. Peter Withe bersama Thailand sukses, dia memahami kawasan. Kim Sang-sik paham kawasan," jelasnya.

Selain masalah adaptasi kawasan, fleksibilitas taktik Herdman juga tak luput dari sorotan.

Pelatih berusia 51 tahun tersebut dinilai terlalu kaku dan terlambat merespons dinamika lapangan saat skema utamanya diredam lawan.

"Kita sudah lihat bagaimana sebenarnya John Herdman ini tidak punya plan B. Mentok gayanya begitu saja. Enggak jalan, ya enggak berubah," tambah Bung Harpa.

Ketidakhadiran rencana cadangan ini terlihat jelas ketika Indonesia ditahan imbang Vietnam dan Singapura.

Pergantian pemain maupun penyesuaian strategi dinilai berjalan lambat, sehingga Skuad Garuda mudah dikunci lawan.

Situasi ini menjadi sinyal bahaya mengingat materi pemain Indonesia saat ini sangat melimpah.

"Ini skuad termewah. Sejak kapan kita punya pemain diaspora sebanyak 12 orang?" tanyanya.

Halaman Selanjutnya
img_title