Mojtaba Khamenei Turun Gunung Rombak Posisi Vital di IRGC, Sinyal Persiapan Perang Besar Lawan AS?
- Istimewa
Siap –Ditengah memanasnya konflik dengan Amerika Serikat (AS) yang hingga kini belum berujung, Iran dikabarkan tengah mempersiapkan diri untuk menghadapi agresi militer dari Washington.
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei kini muncul dan langsung melakukan perombakan pimpinan militer negaranya alias turun gunung.
Dalam langkah strategis pertama sejak menggantikan sang ayah yang tewas dalam serangan Amerika Serikat-Israel pada Februari lalu, Mojtaba menunjuk Mayor Jenderal Ali Abdollahi sebagai kepala staf angkatan bersenjata yang baru.
Keputusan penting tersebut diumumkan secara resmi melalui pernyataan di situs web kepresidenan dan kepemimpinan Iran pada Senin (10/8).
"Mayor Jenderal Ali Abdollahi telah ditunjuk sebagai kepala staf angkatan bersenjata," demikian pernyataan resmi tersebut, seperti dikutip AFP.
Sebelum mendapat amanat baru ini, Ali Abdollahi memimpin Khatam Al Anbiya, sebuah komando operasional lintas matra terkemuka di Iran.
Selain memegang posisi puncak, Abdollahi mendapat tugas khusus untuk menyelesaikan proses integrasi antara angkatan bersenjata konvensional dengan Khatam Al Anbiya demi efisiensi komando.
Tidak hanya posisi kepala staf, perombakan ini juga menyasar posisi vital di Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
Pada hari yang sama, Mojtaba mengangkat Ahmad Vahidi untuk menduduki posisi puncak komando elite tersebut.
"Brigadir Jenderal Ahmad Vahidi juga telah ditunjuk sebagai Panglima Korps Garda Revolusi Islam dengan pangkat mayor jenderal," bunyi pernyataan resmi Mojtaba.
Langkah ini menegaskan konsolidasi kekuasaan Mojtaba di sektor keamanan nasional pasca-transisi kepemimpinan. Selain Abdollahi dan Vahidi, Mojtaba turut melantik sejumlah pejabat strategis lainnya, antara lain:
• Kioumars Heydari sebagai wakil kepala staf angkatan bersenjata
• Mostafa Izadi sebagai wakil panglima tertinggi IRGC
• Ali Azmaei sebagai komandan Angkatan Laut IRGC
• Hossein Taeb sebagai kepala Organisasi Basij IRGC
Melalui dekrit resminya, Mojtaba menekankan pentingnya "pengembangan kemampuan militer yang berkelanjutan dan komprehensif" demi mencapai daya jera maksimal.
Ia juga menginstruksikan seluruh jajaran untuk berada dalam kesiapan penuh melakukan "operasi ofensif yang dahsyat terhadap musuh."
Sebagaimana dilaporkan Anadolu Agency, Mojtaba turut memerintahkan peningkatan "kemampuan pertahanan dan keamanan yang komprehensif dan mutakhir" dari Angkatan Bersenjata dan Basij.