AS Batal Serang Iran Usai Klaim Kesepakatan, Ini Respon Menohok Teheran: Kebohongan Baru Ditengah Perang Opini!

Potret ilustrasi
Sumber :
  • Istimewa

Siap –Ketegangan tinggi di Timur Tengah antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran  dikabarkan sedikit mereda.

img_title Iran Pamer 'Kartu As' dari Bawah Tanah, Amerika Bisa Dibuat Tak Tenang

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menyatakan bahwa perundingan baru antara Washington dan Teheran dijadwalkan mulai berjalan pada Senin (3/8/2026) sore waktu setempat.

Langkah diplomasinya ini beriringan dengan keputusan mendadak untuk membatalkan rencana serangan militer berskala besar ke wilayah Iran.

img_title Pangkalan Militer Suriah Diserang Israel, Turki dan AS Kompak Bantah Klaim Netanyahu

Disitat dari laporan BBC, Trump mengungkapkan bahwa pemerintahannya sebenarnya telah berada dalam posisi siap tempur.

Namun, rencana aksi militer tersebut langsung ditahan.

img_title CIA dan Mossad Kewalahan Lacak Keberadaan Pemimpin Tertinggi Iran, 5 Cara Ini Nggak Mempan

Menurut penuturannya, Iran bersama sejumlah negara sekutu AS di kawasan Timur Tengah mengajukan permohonan penundaan karena kerangka awal kesepakatan mulai terbentuk.

"Kami berbicara dengan mereka dalam bentuk negosiasi. Itu dimulai besok sore," ujar Trump kepada wartawan di dalam pesawat kepresidenan Air Force One.

Sinyal Kesepakatan Selat Hormuz dan Isu Nuklir

Melalui unggahannya di platform Truth Social, Trump menegaskan bahwa dirinya secara pribadi diminta menahan gempuran militer.

Hal itu terjadi lantaran parameter menuju kesepakatan damai diklaim sudah disetujui oleh pihak-pihak terkait.

Secara spesifik, Trump menyebut adanya titik terang terkait dua isu vital yang selama ini memicu krisis global: keamanan jalur pelayaran strategis Selat Hormuz dan penghentian pengayaan program nuklir Iran.

Meskipun memancarkan optimisme, Trump memilih untuk tidak membeberkan lokasi pasti negosiasi maupun siapa saja aktor diplomasi yang terlibat.

Ia juga menegaskan belum menetapkan tenggat waktu (deadline) resmi untuk merampungkan poin-poin kesepakatan tersebut.

Respon Menohok Iran

Di sisi lain, respons berbeda ditunjukkan oleh pihak Iran. Pemerintah Iran belum merilis pernyataan resmi diplomatik, tetapi tensi dingin masih terasa kuat dari media lokal mereka.

Kantor berita semi-resmi Iran, Mehr, secara tegas membantah tuduhan bahwa Teheran telah memohon kepada Washington untuk menunda serangan militer.

Dalam laporannya, media tersebut bahkan menyematkan label keras terhadap narasi yang dihembuskan Presiden AS.

Mehr menyebut klaim klausal yang disampaikan oleh Donald Trump sebagai bentuk "kebohongan baru" di tengah perang opini publik internasional.

Dinamika ini menunjukkan bahwa kendati sinyal diplomasi mulai dibuka, jalan menuju perdamaian permanen antara AS dan Iran masih dibayangi ketidakpastian tinggi.

Halaman Selanjutnya
img_title