Iran Terancam Terkepung, Langkah Baru AS-Israel Jadi Sorotan
- kolase siap.viva/AI
Siap – Rencana baru Amerika Serikat dan Israel untuk meningkatkan tekanan terhadap Iran kembali mencuat di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah.
Kali ini, Washington dan Tel Aviv dikabarkan tengah mengkaji opsi blokade darat guna membatasi jalur perdagangan Republik Islam sebagai upaya mempersempit ruang gerak ekonomi Teheran.
Mengutip laporan dari kanal YouTube Kompas, wacana tersebut disebut menjadi salah satu topik pembahasan dalam pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Ruang Oval Gedung Putih pada 28 Juli 2026.
Berdasarkan informasi yang dihimpun The Telegraph dari seorang pejabat senior Israel yang enggan disebutkan namanya, kedua negara sedang mempertimbangkan langkah memperketat bahkan menutup akses perbatasan darat Iran.
Tujuannya adalah menghambat aktivitas perdagangan sekaligus meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Teheran.
Sumber yang sama menyebut Washington mulai menilai bahwa blokade laut serta upaya menjaga jalur pelayaran di Selat Hormuz tidak lagi memberikan dampak maksimal.
Karena itu, berbagai opsi baru kini sedang dipelajari untuk mendorong Iran kembali ke meja perundingan.
Meski demikian, mantan Letnan Jenderal Angkatan Darat Amerika Serikat Sean MacFarland menilai penerapan blokade darat bukan perkara mudah.
Menurutnya, posisi geografis Iran yang berbatasan langsung dengan Irak, Turki, Pakistan, Afghanistan, Turkmenistan, Armenia, dan Azerbaijan membuat kebijakan tersebut sulit diwujudkan.
Ia menjelaskan, apabila jalur perdagangan Iran benar-benar dapat diputus, maka tekanan terhadap perekonomian negara itu akan semakin besar.
Selain itu, blokade juga dinilai berpotensi menghambat masuknya pasokan persenjataan dari luar negeri, termasuk dari China.
Namun, efektivitas rencana tersebut tetap bergantung pada kesediaan negara-negara tetangga Iran untuk bekerja sama.
Jika tidak, kebijakan itu dinilai akan sulit diterapkan karena masing-masing negara juga harus mempertimbangkan dampak ekonomi maupun risiko keamanan yang mungkin timbul.
Di sisi lain, The Telegraph menyebut wacana blokade darat bisa saja menjadi bagian dari strategi pengalihan perhatian terhadap langkah lain yang sedang dipersiapkan Amerika Serikat dan Israel.
Laporan itu juga menyebut kepemimpinan Iran disebut menghadapi perbedaan pandangan internal.