Desakan Akhiri Perang dengan Iran Kian Menguat, Trump Mulai Goyah?
- Istimewa /ABC30
Siap – Ketegangan politik di Amerika Serikat semakin memuncak seiring berlanjutnya konflik dengan Iran.
Sejumlah anggota Kongres dari Partai Republik maupun Demokrat kini secara terbuka mendesak Presiden Donald Trump menghentikan operasi militer yang dinilai berisiko menyeret Washington ke konflik berkepanjangan di Timur Tengah.
Dikutip dari kanal YouTube tvOne, gelombang penolakan terhadap kebijakan luar negeri Trump terus menguat.
Para legislator menilai perang dengan Republik Islam Iran tidak hanya memakan korban jiwa, tetapi juga membebani anggaran negara serta mendorong kenaikan harga energi.
Anggota DPR AS dari Partai Demokrat, John Larson, menuding pemerintahan Trump mengabaikan kewenangan Kongres dalam memutuskan keterlibatan militer.
Menurutnya, semakin banyak prajurit Amerika menjadi korban, sementara dampak ekonomi akibat konflik terus dirasakan masyarakat.
Larson juga mengingatkan bahwa Kongres sebelumnya telah dua kali menyuarakan penghentian keterlibatan militer AS di Iran.
Karena itu, ia mendorong pengesahan rancangan undang-undang yang akan menghentikan pendanaan bagi operasi militer yang dianggap tidak memiliki dasar hukum yang kuat.
Desakan serupa datang dari politikus Partai Republik, Thomas Massie. Ia meminta Washington segera mengakhiri konflik sebelum posisi strategis Amerika Serikat semakin melemah.
Massie menilai Iran kemungkinan tengah menunggu sejumlah kondisi yang dapat menguntungkan mereka, mulai dari menipisnya cadangan minyak strategis Amerika Serikat, berkurangnya stok rudal pertahanan udara, hingga potensi perubahan komposisi politik di Kongres.
Di tengah perdebatan politik di Washington, eskalasi konflik di Timur Tengah terus meluas.
Serangkaian serangan yang dikaitkan dengan Iran dilaporkan telah menjangkau sejumlah negara seperti Yordania dan Irak, sekaligus meningkatkan ancaman terhadap jalur pelayaran penting dunia, termasuk Selat Hormuz dan Bab el-Mandeb.
Perkembangan tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa konflik tidak lagi terbatas antara Washington dan Teheran, tetapi berpotensi berkembang menjadi krisis regional yang lebih luas serta mengganggu stabilitas pasokan energi dan perdagangan internasional.
Sementara itu, konflik terbaru dipicu setelah serangan rudal Iran ke pangkalan militer Amerika Serikat di Yordania memicu babak baru ketegangan.
Mengutip kanal YouTube Kompas, baik Amerika Serikat maupun Iran dinilai sama-sama belum menginginkan perang terbuka berskala penuh.