Frustasi! AS "Merengek" Minta Dunia Turun Tangan Bongkar Selat Hormuz dari 'Cengkeraman' Iran, Sinyal Trump Nyerah?
- Istimewa
Bahkan secara historis, pada periode 1987-1988, Angkatan Laut AS pernah meluncurkan operasi khusus untuk membersihkan ranjau-ranjau Iran di perairan tersebut.
Meneror Jalur Laut Tanpa Bukti Fisik
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) memang terus memperkuat kapabilitas militernya dalam empat dekade terakhir, mulai dari kapal cepat, kapal permukaan tanpa awak, hingga drone.
Pada April 2026, IRGC merilis peta Selat Hormuz dengan lingkaran merah besar berlabel "Area Berbahaya, terbatas untuk seluruh lalu lintas."
Jalur aman hanya dibuka di dua rute sebelah utara yang berada di bawah kendali penuh Iran.
Meskipun telah menyisir lokasi, militer AS hingga kini belum menemukan ranjau di area berbahaya tersebut.
Kendati demikian, Kepala Operasi Angkatan Laut AS, Laksamana Daryl Caudle, menilai Iran sengaja memanfaatkan isu ranjau untuk menggiring kapal komersial mendekat ke garis pantai mereka.
"Hampir tidak mungkin Iran sama sekali tidak menanam ranjau di kawasan tersebut," tegas Laksamana Daryl Caudle kepada Bloomberg.
Laporan lain mengutip pejabat AS menyebut Iran mungkin tidak dapat mengetahui kembali lokasi seluruh ranjau yang telah ditanam.
Iran juga disebut tidak memiliki kemampuan untuk membersihkan seluruh ranjau tersebut, sehingga situasi ini semakin mempersulit upaya pembukaan kembali Selat Hormuz secara penuh.
Satu hal yang pasti, sejak konflik pecah, Iran telah menyerang atau merusak lebih dari 20 kapal komersial menggunakan kapal cepat tanpa awak, rudal, serta proyektil misterius.
Namun, fakta bahwa tidak ada kapal yang terkena ledakan ranjau memunculkan spekulasi baru.
Hingga ranjau fisik benar-benar ditemukan, Iran dinilai telah berhasil menembakkan senjata jenis lain yang tidak kalah mematikan: Weapons of Mass Distraction atau "senjata pengalih perhatian massal".
Hantu ketidakpastian ini sudah cukup untuk membuat kapal-kapal komersial ketakutan dan menjauhi Selat Hormuz, tanpa Iran harus meledakkan satu pun ranjau lautnya.