Bikin Deg-degan, Sirene Terus Berbunyi Setelah Iran Gempur Basis AS

Iran kembali serang basis militer AS di kawasan Teluk
Sumber :
  • Tasnim News

Siap – Gelombang ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melancarkan serangan ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk.

img_title Perang AS-Iran Belum Reda, Dugaan Pembahasan Nuklir Terungkap

Di saat yang sama, Teheran juga mengeluarkan peringatan keras kepada negara-negara yang menjadi lokasi penempatan pasukan AS.

IRGC menegaskan bahwa negara yang memberikan fasilitas bagi militer Amerika Serikat harus bersiap menghadapi "respons yang setara".

img_title Trump Tantang Iran soal Selat Hormuz, Balasan Teheran Bikin Geger

Pernyataan tersebut memicu kewaspadaan tinggi di sejumlah negara Teluk, ditandai dengan sirene serangan udara yang beberapa kali berbunyi di Kuwait dan Bahrain.

Serangan terbaru Iran dilaporkan menyasar sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di Kuwait dan Bahrain, sehingga memperburuk eskalasi konflik di kawasan.

img_title Amerika Jadi Target, Iran Siapkan Hadiah Ratusan Juta dan Bonus Khusus

Mengutip laporan kantor berita Tasnim, Iran menuduh wilayah negara-negara Teluk telah digunakan sebagai titik peluncuran operasi militer terhadap Republik Islam.

Atas dasar itu, Pasukan Darat IRGC mengerahkan drone tempur dan rudal untuk melakukan serangan balasan.

Salah satu sasaran utama operasi tersebut adalah Camp Arifjan di Kuwait yang menjadi pusat logistik militer Amerika Serikat.

Iran mengklaim serangan itu mengakibatkan korban di pihak personel yang berada di pangkalan tersebut.

Selain Camp Arifjan, IRGC juga menyatakan telah menyerang Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait.

Menurut klaim Iran, sistem radar di pangkalan tersebut berhasil dilumpuhkan.

Serangan bertubi-tubi itu juga disebut menghantam hanggar pemeliharaan persenjataan serta fasilitas penyimpanan drone yang berada di kompleks militer tersebut.

Situasi keamanan di Kuwait dilaporkan semakin tegang.

Koresponden Al Jazeera di negara itu menyebut sirene serangan udara kembali berbunyi untuk keempat kalinya karena sistem pertahanan udara masih berupaya mencegat rudal yang datang.

Merespons kondisi tersebut, militer Kuwait menyatakan kembali menghadapi serangan rudal dan drone dari Iran serta mengimbau masyarakat agar mematuhi seluruh instruksi keselamatan yang dikeluarkan pemerintah.

Pihak militer juga menjelaskan bahwa suara ledakan yang terdengar berasal dari sistem pertahanan udara yang sedang berupaya menghalau serangan.

Kondisi serupa juga terjadi di Bahrain. Sirene peringatan diaktifkan hingga empat kali hanya dalam hitungan beberapa jam.

Halaman Selanjutnya
img_title