Sebanyak 434 Orang Ikut Program Kepala Desa Masuk Kampus di UI

Ratusan kepala desa ikut program KDMK di UI
Sumber :
  • istimewa

Siap – Ratusan kepala desa (kades) mengikuti program Kepala Desa Masuk Kampus (KDMK) yang diselenggarakan di Universitas Indonesia (UI), Depok.

img_title AKPT 2026 Digelar di UI, Wamen Diktisaintek Minta Pimpinan Perguruan Tinggi Siap Tingkatkan Kualitas

Mereka mengikuti pelatihan selama tiga hari yang diisi sejumlah materi dari dosen UI dan Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri).

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Republik Indonesia, Bima Arya Sugiarto mengatakan, mayoritas warga Indonesia tinggal di desa.

img_title Penasihat Khusus Presiden Beri Bantuan Rp 20 Miliar Renovasi Perpustakaan Pusat UI

Menurutnya, saat ini desa sudah menjadi lokus utama pembangunan karena banyak program-program kementrian yang menjadikan desa sebagai atensi utama.

"Nah, karena itu, peran kades-kades ini penting. Kades ini yang paling penting adalah harus bisa memetakan potensi daerahnya. Kades ini harus sangat terbiasa menggunakan data. Kades ini harus terbiasa berkolaborasi dan berinovasi, semuanya harus terukur," katanya usai membuka acara KDMK di UI, Depok, Selasa (30/6/2026).

img_title Fasilkom Gelar Tiga Konferensi Internasional, Mahasiswa UI Diminta Cepat Ikuti Perkembangan Teknologi

Dengan demikian, kata Bima, sangatlah penting meningkatkan kapasitas kades, salah satunya dengan program ini.

Ditegaskan bahwa program ini tidak hanya seremoni, tetapi melalui kolaborasi dan sinergi yang nyata dengan kampus.

Sementara di sisi lain, sambung Bima, kampus juga akan mendapatkan banyak sekali informasi berharga terkait dengan cerita-cerita kepemimpinan dan potensi-potensi desa yang diolah oleh para kadesnya.

"Ini adalah sejarah baru di mana kampus berkolaborasi dengan kades-kades dalam satu program yang terukur. Nah, kita berharap tentu tidak saja muncul praktek terbaik yang bisa diduplikasi, tapi kades-kades ini juga bisa mendapatkan inspirasi untuk memaksimalkan potensinya," tukasnya.

Program KDMK ini dibagi dalam dua gelombang. Untuk gelombang pertama diikuti sebanyak 434 kades.

Dengan program ini memberikan ruang para kades untuk berkontribusi dan sinergi dengan akademisi.

"Ada dua gelombang, ya. Ini sudah dilakukan kajian sebelumnya, sudah ditentukan titik-titik mana saja. Iya, kades ini kan nanti pasti akan banyak juga berkonsultasi tentang realita yang ada. Nanti akan didampingi oleh kampus, oleh Dirjen Pemdes, gitu ya dan tentu kita berharap ada hal-hal yang baru dari sini," tambahnya,

Pihaknya akan melakukan evaluasi dari pelaksanaan program ini. Dari pembekalan yang diberikan, para kades nantinya diharapkan dapat mengembangkan potensi di desanya masing-masing.

Halaman Selanjutnya
img_title