Militer Amerika Serikat Terbukti Babak Belur Hadapi Iran, Hasil Investigasi Ini Ungkap Fakta Mengerikan
- Tangkapan layar YouTube Kompas
Siap – Sejumlah pangkalan terbesar Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah dilaporkan telah hancur akibat serangan brutal Republik Islam Iran.
Kondisi ini terjadi sejak perang beberapa bulan lalu. Serangan yang dilancarkan dari Teheran, Iran, sukses membuat militer AS tampak tak berdaya.
Dikutip dari kanal YouTube Kompas, investigasi The Wall Street Journal mengungkap fakta yang membuat Amerika Serikat seolah kehilangan ke-digdayaannnya di hadapan musuh.
Gelar Adidaya yang selama ini disandang Washington mendadak tercoreng.
The Wall Street Journal menelanjangi fakta bahwa pangkalan angkatan laut kebanggaan Amerika Serikat di Timur Tengah ternyata sudah dilumat Teheran.
Ketepatan serangan drone Iran makin mengkhawatirkan bagi sang Adidaya.
Drone Iran kini sanggup menjebel titik vital pertahanan Amerika Serikat di kawasan.
Washington pun dikabarkan mulai menarik diri dari Kuwait dan Arab Saudi sambil membidik Israel sebagai pangkalan pengganti.
Lantas bagaimana Republik Islam bisa melumpuhkan kekuatan Adidaya ini dan mengubah peta kekuatan di Timur Tengah?
Investigasi The Wall Street Journal membedah citra satelit, rekaman media sosial, hingga keterangan sejumlah anggota militer untuk mengungkap kerusakan yang selama ini belum diakui secara terbuka oleh Pentagon.
Hasilnya mengejutkan. Teheran ternyata mampu menghantam pangkalan angkatan laut Amerika Serikat dengan tingkat ketepatan yang mengejutkan para analis militer.
Ilustrasi serangan rudal Iran ke pangkalan Amerika Serikat
- Tangkapan layar YouTube Kompas
Salah satu sasaran paling vital adalah Naval Support Activity (NSA) Bahrain.
Ini satu-satunya pangkalan utama angkatan laut Amerika Serikat di Timur Tengah yang sanggup menampung kapal sejenis apapun dalam armada AS.
Selama 3 dekade, dari sinilah Amerika Serikat bergerak melawan penyelundupan senjata, mematahkan upaya pemasangan ranjau, dan mengawasi gerak-gerik kapal tanker Iran di Selat Hormuz.
Ketika pangkalan itu lumpuh, ruang gerak Republik Islam di kawasan justru terbuka lebar.
Citra satelit memperlihatkan kerusakan yang melebar hampir di setiap sudut pangkalan.
Bangunan utama tempat komando beroperasi ikut terkena hantaman. Begitu pula kompleks gudang penyimpanan, di sisi lain pangkalan.
Markas Armada Kelima yang merupakan tulang punggung operasi angkatan laut Amerika Serikat di Timur Tengah juga dilaporkan tak lagi bisa digunakan.