Mojtaba Khamenei Berikan Pengampunan Terhadap 2.000 Napi Iran
- Istimewa
Siap – Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Mojtaba Khamenei dikabarkan telah memberi ampunan terhadap sebanyak 2.000 narapidana.
Disitat dari kantor berita Tasnim News, Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyed Mojtaba Khamenei menyetujui usulan untuk mengampuni atau mengurangi hukuman 2.000 narapidana.
Ribuan napi ini sebelumnya telah dijatuhi hukuman oleh berbagai pengadilan di negara tersebut.
Pengampunan diberikan atas permintaan ketua kehakiman negara, Gholam Hossein Mohseni Ejei, pada kesempatan Idul Adha.
Keputusan ini berlangsung dalam momen yang menandai pengangkatan Imam Syiah pertama, Ali ibn Abi Talib (AS), oleh tokoh Islam yang paling dihormati, Nabi Muhammad (SAW), sebagai penggantinya.
Menurut laporan Tasnim News, hakim tertinggi Iran telah mengusulkan amnesti untuk 2.000 narapidana.
Pasal 110 konstitusi memberikan hak kepada pemimpin untuk mengampuni atau mengurangi hukuman narapidana atas rekomendasi dari kepala kehakiman.
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei
- Istimewa
Namun demikian, keringanan hukuman tersebut tidak berlaku untuk jenis narapidana tertentu, termasuk mereka yang dijatuhi hukuman karena peran mereka dalam perjuangan bersenjata melawan negara.
Kemudian mereka yang dihukum karena perdagangan narkoba bersenjata atau terorganisir, perampokan bersenjata, penyelundupan senjata, penculikan, penyuapan, dan penggelapan.
Mojtaba Khamenei Ingatkan Rakyat Iran Waspadai Perang Hibrida
Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei meminta rakyatnya untuk mewaspadai perang hibrida dan menolak segala bentuk perpecahan di dalam negeri.
Pesan tersebut disampaikan melalui perwakilan pemimpin tertinggi Muhammad Javad Haj Ali Akbari dalam peringatan 37 tahun wafatnya pemimpin revolusi Iran, Ruhollah Khomeini pada Kamis, 4 Juni 2026.
Mengutip laporan kanal YouTube Kompas, dalam pesan tersebut Khamenei mengungkapkan, bahwa saat ini Iran sedang menghadapi perang militer sekaligus psikologis yang dilancarkan oleh musuh-musuh Teheran.
Ali Akbari mengatakan, Khamenei menilai kini pihak musuh telah mengalami kekalahan secara militer sehingga musuh berusaha menaburkan perbedaan dan perpecahan di tengah masyarakat Iran.
Oleh sebab itu, dalam pesan Khamenei yang dibacakan Ali Akbari, pemimpin tertinggi itu mengaskan bahwa persatuan antara rakyat dan lembaga negara menjadi kunci untuk menggagalkan rencana tersebut.
Menurutnya, alat utama musuh yakni menyebarkan keraguan, ketakutan, keputusasaan, ketidakpercayaan, dan perpecahan dalam masyarakat.