Cucu Pendiri Republik Islam Iran Turun Tangan, Sebut Amerika Setan Besar: Insya Allah Akan Dihancurkan
- Istimewa
Siap – Cucu pendiri Republik Islam Iran mendiang Imam Khomeini, Ahmad Khomeini, menyebut Amerika Serikat sebagai setan besar dan telah ditaklukkan dalam perang.
Pernyataan tersebut diungkapkan Ahmad seperti yang dulu disampaikan sang kakek.
"Imam Khomeini menyebut Amerika sebagai setan besar. Kita telah melihatnya dalam ledakan di sekolah minat pada 28 Januari dalam kematian anak-anak kita dalam pembunuhan bapak umat kita," katanya dikutip pada Jumat, 5 Juni 2026.
"Dan kita telah melihat setan besar yang melakukan segala kejahatan yang mungkin jika tidak menghadapi balasan dari Angkatan bersenjata Iran, akan melaksanakan ancamannya dan mungkin telah menyerang infrastruktur," sambungnya.
Menurut Ahmad selama ini banyak bangsa diam dengan ulah Amerika Serikat. Namun hal itu tak berlaku bagi Republik Islam.
"Tidak ada yang mampu dan tidak akan menghentikan setan besar. Insya Allah ia (Amerika) akan dihancurkan di bawah langkah kaki bangsa Iran," tegasnya.
Kota rudal bawah tanah Iran siap beroperasi serang Israel
- Istimewa
Sementara itu, perwakilan pemimpin tertinggi Muhammad Javad Haj Ali Akbari, menyebut dalam perang ini Iran tidak hanya mengalahkan Amerika tapi juga Israel.
"Sistem dominasi yang membangun pangkalan militer bernama Israel hampir 80 tahun yang lalu tidak dapat mentolerir Iran yang kuat, merdeka, dan makmur," katanya.
Ia juga menyinggung proyek besar pemimpin zionis, Benjamin Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump yang hendak membangun Israel Raya.
"Mereka melakukan segala upaya untuk mencegah kemajuan Iran. Musuh yang jahat sekarang telah menderita kekalahan dalam konfrontasi dengan prajurit gagah berani di angkatan bersenjata," tuturnya.
Menurut dia, Israel maupun AS telah menghadapi pukulan telak, baik dalam pertempuran militer maupun di lapangan dan jalanan.
"Mereka kini sedang mengalami penghinaan yang berat dan mendalam yang telah mengakibatkan perbedaan nyata antara negara-negara dengannya."
Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC
- Istimewa
Terkait hal itu, Akbari juga menyampaikan pesan dari Pemimpin Agung Mojtaba Khamenei agar rakyat waspada terhadap perang hibrida yang saat ini aktif dimainkan musuh.
"Perang hibrida ada dua. Yang satu adalah ketahanan rakyat dan yang lainnya adalah menciptakan kesalahan dalam sistem komputasi para pejabat negara," jelasnya.