Mojtaba Khamenei Ingatkan Rakyat Iran Waspadai Perang Hibrida, Apa Itu?
- Istimewa
Siap – Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran Mojtaba Khamenei meminta rakyatnya untuk mewaspadai perang hibrida dan menolak segala bentuk perpecahan di dalam negeri.
Pesan tersebut disampaikan melalui perwakilan pemimpin tertinggi Muhammad Javad Haj Ali Akbari dalam peringatan 37 tahun wafatnya pemimpin revolusi Iran, Ruhollah Khomeini pada Kamis, 4 Juni 2026.
Mengutip laporan kanal YouTube Kompas, dalam pesan tersebut Khamenei mengungkapkan, bahwa saat ini Iran sedang menghadapi perang militer sekaligus psikologis yang dilancarkan oleh musuh-musuh Teheran.
Ali Akbari mengatakan, Khamenei menilai kini pihak musuh telah mengalami kekalahan secara militer sehingga musuh berusaha menaburkan perbedaan dan perpecahan di tengah masyarakat Iran.
Oleh sebab itu, dalam pesan Khamenei yang dibacakan Ali Akbari, pemimpin tertinggi itu mengaskan bahwa persatuan antara rakyat dan lembaga negara menjadi kunci untuk menggagalkan rencana tersebut.
Menurutnya, alat utama musuh yakni menyebarkan keraguan, ketakutan, keputusasaan, ketidakpercayaan, dan perpecahan dalam masyarakat.
"Sekarang mereka memfokuskan skema prahibrida mereka pada dua poin, melemahkan daya tahan rakyat dan menyebabkan kesalahan dalam sistem pengambilan keputusan para pejabat negara," kata Ali Akbari saat membacakan pesan Mojtaba Khamenei di hadapan rakyat Teheran.
SEO Caption: Trump buka peluang bertemu Sayyid Mojtaba Khamenei
- Kolase Siap.viva
Sang pemimpin tertinggi itu memastikan, bahwa para pejabat Iran juga memikul tanggung jawab yang signifikan dalam memperkuat kepercayaan publik dan mencegah tindakan yang dapat menyebabkan kekecewaan atau ketidakpuasan sosial.
Dilansir dari kantor berita IRNA, Pemimpin Tertinggi Iran itu juga mengatakan, bahwa rezim Israel dan para pendukungnya, telah mengalami kemunduran dalam konfrontasi militer.
Mojtaba juga menilai, Israel bukan cuma kalah dengan sangat terhina, tapi mereka juga semakin terisolasi di mata internasional.
Menurutnya, poros perlawanan bangsa Iran telah menjadi sumber kebanggaan bagi bangsa-bangsa yang mendambakan kebebasan di seluruh dunia.
Lebih lanjut dalam pesan itu ia juga menyampaikan bahwa Imam Khomeini dan pemimpin yang gugur sebagai panduan yang tak ternilai harganya untuk masa depan bangsa.
Menurut Mojtaba, aliran pemikiran Imam Khomeini didasarkan pada prinsip berbakti kepada Tuhan, yang merupakan kekuatan pendorong di balik Revolusi Islam dan pencapaian besar bangsa.