UPDATE IRAN: Israel Diminta Tinggalkan Lebanon, Hizbullah Buka Kemungkinan Bersatu dengan LAF
- Kolase Siap.viva
Siap – Hizbullah kembali melontarkan tuntutan keras kepada Israel dengan meminta seluruh pasukan Zionis segera meninggalkan wilayah Lebanon dan mengembalikan daerah-daerah yang masih diduduki pascaperang.
Pernyataan tersebut muncul ketika situasi keamanan di perbatasan Lebanon-Israel masih belum sepenuhnya stabil meski berbagai upaya gencatan senjata dan diplomasi terus dilakukan.
Di saat yang sama, muncul sinyal baru yang menarik perhatian banyak pengamat Timur Tengah.
Hizbullah menyatakan bahwa pasukannya dan Tentara Lebanon atau Lebanese Armed Forces (LAF) mungkin dapat bekerja sama di masa depan untuk mempertahankan wilayah mereka dari ancaman Israel.
Pernyataan itu menambah dimensi baru dalam dinamika keamanan Lebanon yang selama bertahun-tahun menjadi salah satu titik paling sensitif di Timur Tengah.
"Hizbullah menuntut Israel segera menarik pasukannya dari Lebanon dan mengembalikan wilayah-wilayah yang diduduki pasca-perang."
"Pasukan Hizbullah dan LAF mungkin bergabung di masa depan untuk membela tanah mereka dari Israel."
Pernyataan tersebut mencerminkan posisi Hizbullah yang tetap menempatkan isu kedaulatan wilayah Lebanon sebagai prioritas utama setelah berakhirnya fase terpanas konflik dengan Israel.
Menurut laporan Reuters pada awal Juni 2026, pemerintah Israel masih mempertahankan kehadiran militernya di sejumlah titik strategis di wilayah perbatasan dengan alasan keamanan dan pencegahan serangan lintas batas.
Namun bagi Hizbullah dan sebagian kelompok politik Lebanon, keberadaan pasukan Israel tersebut dianggap sebagai bentuk pendudukan yang harus segera diakhiri.
Hizbullah Desak Penarikan Total Pasukan Israel
Tuntutan Hizbullah tidak muncul dalam ruang kosong.
Kelompok yang didukung Republik Islam Iran itu selama bertahun-tahun menjadikan isu pembebasan wilayah Lebanon sebagai salah satu pilar utama narasi politik dan militernya.
Menurut laporan berbagai media Lebanon dan internasional, sejumlah wilayah sengketa di sepanjang perbatasan masih menjadi sumber ketegangan antara kedua pihak.
Salah satu wilayah yang paling sering disebut adalah kawasan Shebaa Farms yang sejak lama menjadi objek perselisihan antara Lebanon dan Israel.
Hizbullah berulang kali menegaskan bahwa mereka tidak akan menganggap konflik selesai selama masih ada wilayah Lebanon yang berada di bawah kendali Israel.