Dunia Kembali Tegang! Trump Ancam Lanjutkan Perang dengan Iran Jika Tentara AS Diserang
- Kolase Siap.viva
Siap – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengeluarkan pernyataan keras terkait Iran meski mengklaim hubungan kedua negara sedang bergerak ke arah yang lebih positif.
Dalam pernyataannya pada Kamis, 4 Juni 2026, Trump mengatakan pembicaraan antara Washington dan Teheran berjalan baik.
Namun, ia menegaskan bahwa opsi militer tetap terbuka apabila Iran melakukan tindakan yang mengancam personel militer Amerika Serikat.
"Perang bisa dilanjutkan kembali jika mereka membunuh tentara Amerika," kata Trump seperti dikutip Reuters, Kamis, 4 Juni 2026.
Trump bahkan menyebut situasi tersebut sebagai "alasan yang bagus" untuk mengambil keputusan melanjutkan operasi militer terhadap Iran.
Pernyataan itu muncul di tengah upaya diplomatik yang masih berlangsung antara kedua negara setelah berbulan-bulan dilanda ketegangan dan konflik yang mengguncang Timur Tengah.
Menurut laporan Reuters, Trump tetap menunjukkan optimisme bahwa kesepakatan dengan Republik Islam masih memungkinkan dicapai meski berbagai perbedaan mendasar belum terselesaikan.
Trump Kembali Tegaskan Republik Islam Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
Iran tolak tuntutan nuklir AS dan Israel.
- Kolase Siap.viva
Selain menyinggung kemungkinan perang, Trump kembali menegaskan sikap Washington terkait program nuklir Iran.
"Republik Islam tidak boleh memiliki senjata nuklir," tegas Trump.
Isu nuklir memang menjadi hambatan utama dalam setiap putaran negosiasi antara Amerika Serikat dan Republik Islam selama lebih dari dua dekade terakhir.
Menurut laporan terbaru Badan Energi Atom Internasional (IAEA) yang dirilis pada awal Juni 2026, Iran masih memiliki cadangan uranium yang diperkaya hingga tingkat 60 persen.
IAEA juga menyatakan belum dapat memastikan kondisi dan lokasi seluruh stok uranium tersebut setelah konflik yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir.
Sementara itu, pemerintah Republik Islam terus menegaskan bahwa program nuklirnya hanya ditujukan untuk tujuan damai, termasuk kebutuhan energi, medis, dan penelitian ilmiah.
Presiden Republik Islam dan para pejabat senior Republik Islam berulang kali menyatakan bahwa doktrin pertahanan Iran tidak memasukkan senjata nuklir sebagai bagian dari strategi nasional negara tersebut.
Meski demikian, Amerika Serikat dan Israel tetap memandang kemampuan pengayaan uranium tingkat tinggi sebagai ancaman yang harus dibatasi melalui mekanisme internasional yang ketat.